Film OKB, Kesenjangan, dan Literasi Finansial

Diposkan ulang dari catatan Facebook, 26 Januari 2019

 

Film OKB

Semalam saya menonton film Orang Kaya Baru (2019). Yang bikin saya tertarik menonton bukan Raline Shah, bukan juga sutradaranya, namun skenarionya yang ditulis sineas favorit saya: Joko Anwar.

Menurut saya pribadi karakternya kurang kuat, komedi dan dramanya agak “kentang”, serta arc konfliknya yang cukup “absurd”. Intinya dari segi pengembangan skenario menurut saya ini bukan kemampuan terbaik Joko. Mungkin juga memang skenarionya ditulis sejak lama, sebelum dirinya sematang sekarang. Entahlah, ini hanya asumsi saja.

Terlepas dari semua itu, filmnya cukup menghibur. Bercerita seputar keluarga sederhana yang tiba-tiba menjadi kaya mendadak. Lalu melihat bagaimana kekayaan mengubah mereka. Menjadi lebih baikkah? Atau burukkah? Silakan nonton sendiri saja, saya gak mau spoiler. Intinya saya setuju dengan salah satu kalimat di film: “duit itu kalau dikit cukup, kalau banyak ga cukup.”

Menonton film ini membuat saya teringat akan kesenjangan ekonomi, yang kian menjadi isu serius di tataran global. World Economy Forum 2019 yang baru saja berlangsung beberapa hari lalu dimulai dengan laporan dari OXFAM: si kaya makin kaya, si miskin makin miskin. Jika tahun 2017, butuh 46 orang terkaya untuk memiliki 50% kekayaan seluruh dunia, maka di tahun 2018 cukup 26 orang saja. Bayangkan: kekayaan 26 orang, setara dengan kekayaan nyaris 4 miliar orang. Tajir melintir. Crazy rich.

Fakta ini tentu membuat mual dan marah para “aktivis”. Banyak yang ingin keadaan ini berubah. Bahkan ada yang memikirkan skenario ekstrem: Bagaimana jika kekayaan global didistribusikan secara merata? Orang-orang miskin diberikan uang secara tiba-tiba, seperti di film OKB? Apakah dunia akan menjadi lebih baik?

Sayangnya tidak. Sejumlah ahli menilai, keadaan ini tidak akan berlangsung lama. Dalam waktu beberapa tahun, kesenjangan akan kembali ke titik semula, dimana yang miskin akan tetap miskin, dan yang kaya akan kembali menjadi kaya. Kenapa? Karena kekayaan bukan hanya sekadar kepemilikan, tapi juga budaya dan pola pikir, dua hal yang sangat dipengaruhi pendidikan.

Jika orang secara tiba-tiba mendapat uang banyak, kemungkinan besar yang terjadi tidak akan jauh berbeda dengan di film OKB: menghabiskan uang berlebih untuk keperluan konsumtif. Beli mobil baru, rumah baru, gadget baru. Tidak terpikir untuk ditabung, investasi, pun aktivitas ekonomi produktif lainnya. Inilah yang membedakan mereka dengan orang-orang tajir melintir: yang tak sekadar sibuk bekerja mencari uang, tapi juga membuat uang bekerja untuk mereka. Beli saham, properti, reksa dana, obligasi, modal usaha, dan lain sebagainya.

Pada akhirnya, film OKB menjadi pengingat akan betapa pentingnya kecerdasan keuangan. Literasi finansial. Suatu hal yang tak pernah kita pelajari di bangku sekolah, hingga akibatnya banyak dari kita memiliki hubungan yang tak sehat dengan uang. Itu juga yang membuat kita tidak pernah merasa berkecukupan, meski uang kita terus bertambah. Akhirnya kehidupan keuangan kita tak jauh-jauh dari genre film OKB: drama dan komedi.

 

 

Jakarta, 26 Januari 2019.

Pemenang Giveaway Podcast Pinteran

Hai teman-teman sekalian!

 

Terima kasih banget buat segala respon, masukan, dan partisipasi teman-teman untuk giveaway Podcast Pinteran gue yak (https://okkisutanto.com/2019/01/12/podcast-pinteran-giveaway/). Terima kasih banget juga buat yang udah bantu nyebarin info ini, khususnya Kokoh Handoko Tjung (@handokotjung) yaaa yang udah bantu me-RT twit gue kemarin sampe banyak yang denger. I owe you brooo.. 🙂

Naaah, kali ini gue mau umumin pemenangnya!

Jeng jeng jeng jeng… Ga sabar kan? hehe..

.

.

.

.

PEMENANGNYA ADALAH….

.

.

.

Eh sebelomnya gue jelasin dulu ya ini berdasarkan keberuntungan saja ya. Gue milihnya agak-agak random sampling saja, soalnya setiap yang berpartisipasi tuh beneran bikin gue terharu dan semangat untuk terus berkarya. Jadi jangan sedih, terus ikutin Podcast gue untuk mendapatkan hadiah-hadiah menarik di balik tutup botol kalian. #LOH haha..

.

.

.

PEMENANG GIVEAWAY PODCAST PINTERAN

  1. @alfinovriando (Instagram)

  2. @Faruq_AlBanna (Twitter)

  3. @azure_snowflake (Instagram)

 

SELAMAAAAT buat teman-teman yang beruntung ya. Semoga makin semangat dengerin Podcast gue. Nantikan episode berikutnya segera ya, dari kemarin mau recording tapi saya sariawan. hahaha..

 

Buat yang gak beruntung, jangan berkecil hati. Kalian tau kan kalo Coca Cola atau McDonald bikin kompetisi gitu, semua staf dan anggota keluarganya gak boleh ikutan. Jadi, mungkin aja kalian gak menang bukan karena kurang beruntung, tapi karena kalian gue anggep sebagai keluarga sendiri. Jadi gak menang biar gak dikira ada praktik nepotisme di sini. hahahaha.. Bisa aja ya gue ngelesnya? haha..

 

Oke, untuk yang beruntung, silakan email buku yang kalian inginkan (judul + penulisnya), serta alamat lengkap kalian ke email gue di okki.sutanto@gmail.com ya. Abis email boleh colek gue juga di Instagram / Twitter, biar gue notice emailnya. Takutnya keskip.

 

Email kalian ditunggu sampai Senin depan (11 Februari 2019) pukul 23.59 ya. Kalau gak tau mau buku apa, kalian ceritain aja kira-kira lagi tertarik sama bidang apa nanti gue cariin buku yang menurut gue sesuai buat kalian! Hadiah akan dikirimkan paling lambat Senin (18 Februari 2019) ke alamat kalian ya.

 

Sekian pengumuman kali ini. Sekali lagi selamat buat teman-teman yang beruntung ya. Juga terima kasih sebanyak-banyaknya buat setiap insan yang sudah berpartisipasi di giveaway ini. Kalian semua sungguh terbhaiiique! :’)
Sampai jumpa di lain kesempatan… Salam Pinteran!

Podcast Pinteran Giveaway

Oke, jadi belakangan ini gue lagi suka bikin podcast di Spotify, namanya Podcast Pinteran. Di episode kelima kali ini, gue ingin berbagi sesuatu bagi para pendengar setia gue (sekalian promoin Podcast gue, sekali mendayung dua pulau terlewati) hahaha..

Caranya sederhana, cukup share di medsos kalian, boleh Twitter/Facebook/Instagram, tentang episode podcast mana yang paling kalian suka dan kenapa. Sekalian tag gue ya biar gue tau (@okki_sutanto di Twitter atau @okkisutanto di Instagram).

Udah gitu aja. Gampang kan? Hehe..

Tiga pemenang beruntung akan dapat hadiah menarik: any book on earth. Yap. Buku. Apa pun. Selama buku itu dijual untuk umum (Gramed / Kino / Amazon / Apps Store / Google Play), dan selama ada di bumi. Buku fisik. Buku digital. Bahasa indo. Bahasa Inggris. Sampe bahasa tronjal-tronjol. Bebas. Pokoknya buku. Kalo ga tau mau buku apa, ya nanti gue yang pilihin. Tenang saja.

Kalo dijual tapi di planet Mars gimana? Ya ga bisa. Kalo ada di bumi tapi ga dijual misalnya naskah orisinil konstitusi Amrik, ya ga bisa juga. Jangan aneh-aneh lah ya Ferguso. 😂

Giveaway berakhir akhir bulan ini: 31 Januari 2019, pukul 23.59 WIB. Pemenang akan gue publish dan gue DM yak.

Good luck guys!