Teman yang aneh, hahaha..

Tadi malem temen gw sms, mao ke rmh gw pinjem komik. Temen gw yang namanya felik ini studi di beijing, kebetulan lagi liburan di indo bulan februari ini. Nah singkat kata, akhirnya dia ke rumah gw deh tuh. Abis gw kasih komiknya, gw tanya ke dia kapan balik lagi ke beijing. Terus dia jawab enteng aja, “besok malem”. Hallah, temen gw yang satu ini emang paling ga jelas.
Dulu sebelom berangkat ke beijing pun,dia ke rmh gw balikin komik. Kebetulan bokap gw udah kenal dia, terus nanya ke dia, “Jadinya kapan berangkat ke Beijing?”. Lalu dengan enteng pula dia jawab, “Besok pagi om.” Gw yang temennya pun baru tau jadwal keberangkatan dia saat itu juga. Agak2 shock sih. Tapi mau gimana lagi, emang anaknya gini.. hahaha..

Dulu pas kelas 3 sma entah dapet wangsit dari mana, dia niat banget lanjutin studi ke Jepang. Dia belajar mati-matian bahasa jepang n ikut tesnya berdua sama temennya. Semua orang udah berpikir tuh anak bakal jadi ke Jepang. Tapi entah apa yang terjadi, ternyata dia batal ke Jepang. Abis itu nyokapnya cariin dia penyalur laen, dan jadinya ke beijing dah. Padahal, tuh anak cuma bisa bahasa mandarin sejauh apa yang diajarin di SMA gw doank. Masih level “NI JIAO SHEN ME MING TZE” lah istilahnya. Soalnya emang pelajaran mandarin di SMA gw juga cuma sebatas itu doank. hahaha.

Kadang gw suka mikir sih, koq bisa ya dia jalanin sesuatu yang dia gak terlalu suka. (Secara dia sukanya jepang, tapi jadinya malah ke cina). Yah, pada akhirnya gw ngerti itu pilihan idup yang harus dia jalanin. Mungkin perlahan-lahan dia ENJOY juga kali dengan pilihannya itu.
Well, semoga sukses deh lu di sana lik!
Moga-moga ada klub sepak bola sana yang minat sama lu, kan skill bola lu lumayan.
hahaha..

A Question I can’t ask.

“Sometimes I want to ask God why He allows injustice, violence, and evil, when He could do something about it.” said one man to his friend.
“So, why don’t you ask him?” replied his friend.
“I don’t like to”, answered the first,
“because He might ask me the same thing!”

Aku, Gitar, dan Kenangan yang terkoyak

(Cerpen ini ditulis pas kelas 3 SMA, udah pernah diposting, di blog friendster sih. haha.. Simply dicopy ke sini untuk kearsipan aja.)

Aku, Gitar, dan Kenangan yang Terkoyak!

Pandangan mata gw terpaku pada sebuah benda di sudut kamar. Sebuah gitar. Gitar itu tampak usang. Meski tidak rusak, debu yang menyelimutinya membuatnya terlihat menyedihkan. Masih gw ingat jelas, terakhir kali senar-senar gitar itu gw petik setahun yang lalu. Sekitar tiga bulan sebelum gw lulus SMA. Life was just perfect for me that time.

Waktu itu, gw lagi ngejar seorang cewek, Klara namanya, temen sekelas gw. Dia berhasil ngebuat gw berpikir bahwa tiada tempat seindah sekolah. Dia memenuhi dua standar utama kriteria cewek gw, enak gw liat, n pinter! Semua berjalan lancar, gw berhasil jadi teman cowok terdekat dia . Pernah suatu ketika gw ajak dia makan malam, kita bercerita banyak hal. Juga tentang mimpi kecilnya yang telah lama ia miliki, adanya seorang cowok menyanyikan sebuah lagu sambil bermain gitar untuknya. Ia bercerita dengan mata berseri, membuat jantung gw berdebar, sekaligus membuat gw pengen membuat mimpinya menjadi kenyataan.

Karena itulah, mulai keesokan harinya gw langsung meminjam gitar kakak gw. Gw yang sebelomnya gak memiliki ketertarikan sama sekali sama alat musik, langsung minta diajarin maen gitar sama abang gw. Sejak hari itu, setiap saat gw selalu megang tuh gitar. Abang gw yang ngeliat antusias gw, akhirnya ngasih gitarnya ke gw. Entah karena luapan inspirasi saat itu, gw berhasil ciptain satu lagu buat Klara. Gw terus mengasah kemampuan gitar gw sambil nunggu kesempatan buat mewujudkan mimpi kecil klara.

Tak lama, kesempatan datang! Ada teman sekelas gw yang ulang tahun, ia mengundang semua teman sekelas buat datang ke BBQ Party di rumahnya pada malam hari. Gw minta ijin ama tu anak minta waktu pada saat pesta, untuk menyanyikan sebuah lagu. Ia pun mengiyakan. Sepulang sekolah langsung gw persiapkan segala sesuatu. Gw sempurnain lagi lagu yang udah gw ciptain. Ga lupa gw beli juga mawar buat gw kasih ke Klara. Gw merasa, malam itu akan menjadi malam terindah dalam hidup gw.

Malam pun tiba. gw tiba di rumah teman gw yang berulang tahun. Gitar dan mawarnya gw simpan terlebih dahulu di dalam mobil, karena ingin membuat surprise. Acara makan-makan pun dimulai, mata gw ga bisa lepas dari keanggunan yang dipancarkan diri Klara. Dia yang tercantik malam itu! Gw berpikir ini momen yang tepat buat melakukan rencana gw, gw bergegas ke mobil buat ambil gitar.

Tapi sebelum sempat gw lakukan semua itu, terdengar suara sahabat karib gw berbicara di tengah keramaian, ia meminta perhatian semua hadirin, ia ingin memainkan sebuah lagu untuk mengungkapkan perasaannya kepada gebetannya. Gw tersenyum kecil, bisa-bisanya ada orang yang berpikiran sama. Akhirnya gw tunda niatgw buat menonton dia memainkan lagu The reason – Hoobastank. Saat lagunya selesai, dia manggil seorang cewek untuk maju ke depan, untuk menjawab ungkapan perasaannya itu. Sama sekali gw terlintas di pikiran gw kalo nama yang bakal dia panggil adalah Klara!. Rencana gw buat bikin kejutan batal, gw malah diberi kejutan! Sorak sorai teman-teman gw yang lain ngebuat gw risih, gw ga sabar pengen tau apa jawaban Klara. Dalam hati gw berteriak dan memohon supaya jawabannya tidak seperti yang gw bayangin. Waktu berjalan amat lambat saat itu, dunia serasa berhenti. Detik demi detik gw lalui dengan amat cemas, degupan jantung gw pun bisa gw rasain. Namun akhirnya, dengan wajah tersipu Klara mengangguk! Sorak sorai hadirin pun makin riuh. Klara dan sahabat karib gw pun berpelukan, menyatakan cerita cinta mereka berdua baru saja dimulai.

Gw hancur, dalam sekejap pijakan gw runtuh. Gw perlahan menyingkir dari kerumunan orang. Gw lanjutin apa yang tadi mao gw lakukan, yaitu ke mobil. Tapi ke mobil bukan untuk ngambil gitar dan mawar, melainkan untuk bergegas pulang. Sesampainya di rumah gw buang mawar itu dan gw lempar gitar di sudut kamar gw. Gw berjanji ga akan pernah nyentuh gitar itu lagi. Kenangan yang disimpannya pahit, teramat pahit bahkan.

Butuh waktu lama buat gw berpikir dan merenung kenapa ini harus terjadi. Masih gw ingat jelas malam itu sahabat gw girim sms yang isinya: “In war and love, everything is fine! There’s no cheater!”. Awalnya gw menganggap itu hanyalah kata-kata seorang pecundang yang tega mengkhianati sahabatnya sendiri. Tapi seiring berjalannya waktu, gw mulai bisa menerima kenyataan, dan merelakan Klara untuknya. Mungkin Klara akan lebih bahagia dengannya.

Malam ini, setelah lama gw pandangi lagi gitar itu, entah mengapa kenangan-kenangan buruk itu mulai menghilang. Yang gw rasakan lagi justru kenangan indah saat Klara masih menjadi sumber kebahagiaan gw. Akhirnya, gw raih gitar itu, gw bersihin debunya pake tangan. Dan gw nyanyiin lagi lagu yang dulu gw ciptain untuk Klara. Tanpa sadar, senar-senar yang indah itu terasa licin. Basah. karna air mata.

Komik Harlem Beat!

Free Image Hosting at www.ImageShack.us
Harlem Beat. Manga karya Yuriko Nishiyama ini pertama kali gw paca pas baru masuk SMP, atau sekitar enam tahun lalu. Sekarang sih, komiknya udah tamat di nomor 29, tapi ga ada salahnya kan sekedar mengenang kembali isi komiknya. hehe.

Komik ini bercerita tentang kehidupan para pecinta bola basket, mulai dari street basket sampe turnamen basket se-SMU. Tokoh utama komik ini adalah Toru Naruse, seorang pemuda from zero to hero. Semula, ia hanya pemuda biasa-biasa saja yang tidak memiliki kemampuan, namun setelah perkenalannya dengan dunia basket, ia mulai menemukan hidup barunya. Dimulai dari pertandingan One on One match dengan seorang legenda hidup basket di sudut kota Shibuya, Naruse menemukan bakat terpendamnya dan sejak itu menekuni basket.

Perjalanan Naruse selama 29 seri komik ini cukup beragam dan layak untuk diikuti. Yuriko Nishiyama tidak melulu menceritakan tentang basket, tapi juga persahabatan, perjuangan, dan percintaan anak muda. Pokoknya, baca komik ini! Seru dan ga ngebosenin. hehehe.

Resensi Film – Extra Large

EXTRA LARGE
Free Image Hosting at www.ImageShack.us

COOL!

Itu kata yang gw keluarin pertama kali setelah nonton film indonesia berjudul ‘Extra Large’. Dengan tagline Antara aku, kau, dan Mak Erot, film ini sesungguhnya sudah bisa ditebak bergenre komedi. Akan tetapi, berbeda dengan kebanyakan film komedi indonesia, kelucuan di film ini benar-benar menyegarkan dan menggelitik! Mulai dari dialog yang ANAKMUDABANGET!, keluguan dari sang tokoh utama, hingga jalan cerita itu sendiri sangat menghibur penonton.

Meski mengukuhkan diri sebagai film komedi, ‘Extra Large’ tidak melulu berisi guyonan dan kekonyolan semata. Alur cerita film ini juga dihiasi dengan berbagai nilai kehidupan dari berbagai segi. Namun sayang, nilai-nilai kehidupan tersebut kurang digarap dengan sempurna dan mendalam.

Film ini bercerita mengenai seorang cowok lugu bernama Deni (Jamie Aditya), yang tiba-tiba mendapat tugas dari bapaknya untuk kawin sama Vicky (Dewi Sandra),anak bos bapaknya yang kebobolan hamil. Ternyata untuk kawin dengan Vicky tidaklah semudah itu, Deni harus bisa memenuhi syarat yang diajukan oleh Vicky yang ternyata adalah seorang hypersex, yaitu mampu memenuhi gairah seks Vicky dimana pun, kapan pun, dan dengan posisi apa pun!

Dari sinilah cerita kemudian mengalir. Deni dibantu dua orang sahabatnya, yaitu Janu (Alex Abbad), dan Stevan (Erron Lebang), membantu Deni dalam upaya memenuhi syarat Vicky tersebut. Dalam salah satu upaya tersebut, Deni diharuskan tinggal serumah dengan seorang pelacur bernama Intan (Francine Roosenda), untuk melatih diri agar terbiasa dengan seks!

Hal ini tentu tidak mudah karena Deni ternyata adalah seorang cowok yang lugu dan tidak tahu cara menghadapi wanita. Berbagai kelucuan yang menyegarkan terjadi dalam upaya Deni menjadi seorang lelaki sejati. Akankah Deni berhasil menjadi seorang lelaki sejati dan menikah dengan Vicky? Bagaimana kisah-kasih Deni dengan sang pelacur tersebut, sebatas seks-kah?

SAKSIKAN SELENGKAPNYA DALAM FILM KOMEDI INDONESIA, ‘EXTRA LARGE’!

Quote dari film:

Deni: Ada efek samping gak nih mak dari obat ini?

Mak’siat (cucunya Mak’erot) : Oh ada, paling ANU mas mengkerut, kering, copot, jatoh ke lantai. Ya palingan nanti dimakan kucing!

Deni: . . .

Well, secara keseluruhan gw kasih nih film rating 8.5 untuk ukuran film Indonesia!
Selain cerita yang menghibur dan menarik, nonton film ini juga gak ada bosen-bosennya (khususnya buat cowok), karena bisa melihat kecantikan dan keseksian dari Francine Roosenda! hehehe..

Foto Francine Roosenda
Free Image Hosting at www.ImageShack.us

Antara kebanjiran dan tidak lulus UTS!

Ya, antara naek mobil kebanjiran dan tidak lulus UTS!
Itulah keputusan yang bikin gw bingung pagi ini.
Dan akhirnya keputusan yang gw ambil SANGAT AMAT SALAH!
Simak cerita berikut! hahaha..

Jam dinding sudah menunjukkan pukul 11.00 ketika gw masih sangat malas untuk ke kampus gw yang berada di bilangan Sudirman. Padahal, jam 2.15 gw ada UTS mata kuliah Kewarganegaraan. Hujan yang mengguyur Jakarta sejak pagi belum juga berhenti, sedangkan di teve dan internet berita mengenai banjir sudah menjadi topik utama.
Gw lirik jalanan depan rumah, sambil menelan ludah gw liatin jalanan yang udah digenangin aer setinggi kira-kira 10cm. Gw berpikir dan berpikir ampe akhirnya mutusin buat ke kampus! Ini masalah lulus / ga lulus bo. haha..
(Keputusan fatal I)

Gw beres-beres, makan, n keluarin mobil dari garasi. Gw milih lewat tol karena menurut berita jalan bawah udah ga terselamatkan! haha. Lalu meluncurlah gw masuk tol, baru beberapa kilo asik melenggang, eh tol jadi macet gara-gara ada pengurangan jalur. Oke, gw nikmatin aja deh, lagian masih lama juga koq.
30 menit-an gw kehambat, sampe akhirnya jalanan udah mulai rada lenggang, Nah sekitar jam 12, gw dikasih tahu kalo jadwal UTS diundur sampe senin! Bah, gw liat jalanan di depan udah macet lagi, kebetulan ada pintu keluar tol tuh, jadinya gw keluar saat itu juga, padahal gw ga tau itu di daerah mana!
(Keputusan fatal II)

Seturunnya dari tol, gw bener-bener ga tau ada di daerah mana, gw cuma ikutin feeling aja and muter-muter ngikutin jalan yang kira-kira bisa dilalui sama mobil gw. Sampe akhirnya gw berada di terminal KOTA! Waw.. hebat juga yah gw nyasar sejauh ini. Gw mutusin pulang ke Sunter lewat Harmoni, karena Pangeran Jayakarta sepertinya sudah parah banjirnya.
(Keputusan fatal III)

Gw kejebak macet sepanjang jalan mau ke harmoni, macet setotal-totalnya! Jarak yang biasa bisa ditempuh dengan 20 menit doank jadi amblas sampe 2,5 jem! Parah banget, untungnya di mobil gw sedia album CD LIFEHOUSE yang setia menemani gw karaokean di mobil. hehehe.. Setelah bersabar-sabar ria, sampe juga gw di Juanda, gw liat jalanan di depan sepi, gw tancap lah gas ke sana!
(Keputusan fatal IV)

Baru aja sampe di Sanur, kembali macet total melanda! Jarak yang ga sampe 500 meter itu mesti gw tempuh dalam waktu 1.5 jam! Parah banget, tau gitu gw lewat pasar baru yang ternyata ga semacet itu. Oke, akhirnya setelah perjalanan panjang mengelilingi Jakarta dalam waktu 5 jam lebih TANPA ARTI (karena toh UTS gw diundur) itu berakhir!!!!! Amin.

Satu hal yang jadi pelajaran gw hari ini:

GA AKAN PERNAH LAGI BERKENDARA DI SAAT CUACA BERPOTENSI BANJIR SEKALIPUN ITU UJIAN AKHIR SEMESTER!!!!!

Poem – I’d rather

Just a simple poem.
Not all my poems resemble my feeling, it could only be words without meaning which I get from listening musics, watching movies, etc.

Enjoy!

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –
I’d rather chase your shadows all my life
Than be afraid of my own
I’d rather looking for something I don’t know
Than knowing I’m no longer myself

I’d rather be the shadow itself
Than living as someone else
But do WE have any chance to choose?

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

Inspired by: LIFEHOUSE lyric, ‘SPIN’.