Surrogates; Sekali Lagi Manusia Menang

Ketikan Pinggir Hari Ini.

Sore tadi, saya baru saja menonton film “Surrogates” di Blitz. Film berlatar kehidupan mendatang yang dibintangi oleh Bruce Willis tersebut sedang laris dan hangat dibicarakan belakangan. Diangkat dari komik berjudul sama, jejak-jejak fantasi dan imajinasi tingkat tinggi masih amat terasa kental di film ini. Tak bisa disangkal, film ini memiliki terlalu banyak pertanyaan yang tidak bisa dijelaskan oleh akal sehat. Misalnya saja mengenai 98% populasi manusia yang menggunakan teknologi ini, apa mungkin teknologi ini sedemikian murahnya hingga hampir semua orang menggunakan? Ada lagi mengenai adiksi yang ditimbulkan, sebegitukah? Terlepas dari segala keganjilan tersebut, film ini menurut saya masih sangat layak untuk ditonton. Khususnya bagi mereka penggemar Sci-Fi dan Fantasi.

Pada intinya, film ini bercerita tentang pertempuran manusis melawan kecerdasan buatan. Mau tidak mau, film ini mengingatkan pula pada beberapa film sejenis, seperti Terminator 3, Eagle Eye, Artificial Intelegence, dsb. Sekali lagi, manusia menang. Sangat jelas pembuat cerita ini lebih pro ke manusia dibandingkan kecerdasan buatan. Jika ditilik lebih dalam, film ini kurang memiliki area abu-abu. Hanya ada setuju dan tidak setuju terhadap penggunaan Surrogates. Cukup disayangkan mengingat sebuah kontroversi justru bisa lebih tajam ketika menyoroti area abu-abu.

Memang, saya yakin sebagian besar orang akan lebih setuju manusia yang menang. Mungkin hanya sedikit yang setuju kecerdasan buatan yang bertahan. Dan sayangnya, saya termasuk ke bagian yang sedikit itu! hehe.. Sebagai orang yang cukup hi-tech minded dan kurang memuja humanitas, saya lebih setuju jika manusia suatu saat kalah oleh kecerdasan buatan. Kenapa? Karena manusia sudah terbukti dalam sejarah, merupakan makhluk angkuh dan sombong, yang sulit mengakui adanya sesuatu yang lebih hebat dibandingkan mereka. Hal ini membuat manusia enggan mengintrospeksi diri. Jika begitu adanya, kan lebih baik kecerdasan buatan saja yang menguasai kita.

Terdengar ekstrem memang, namun begitulah kira-kira yang saya pikirkan. Mungkin ada pendekatan yang lebih tidak ekstrem, tapi lebih bermain di daerah abu-abu, yakni manusia dan kecerdasan buatan bisa hidup beriringan dan saling membantu. Andai saja hal itu bisa terwujud, di mana kecerdasan buatan bisa membantu membimbing manusia ke arah yang benar. Ah, andai saja.

Jakarta, 9 Oktober 2009
Okki Sutanto
(masih berandai-andai)

Speed Racer!

Speed Racer. Seperti judul filmnya, bisa ditebak filmnya akan bercerita mengenai balapan. Tapi jangan salah, balapan di dalam film ini bukan sekedar balapan mobil biasa, tapi balapan mobil super cepat nan canggih di masa depan!

Nonton film ini, daya imaginasi kita akan benar-benar diajak ke masa depan. Dari rumah, arena balap, sampe mobil nya bener-bener FUTURISTIK abis. Memang, semuanya itu terkesan fantastis, tapi who knows nanti bisa bener-bener ada? hehe. Alur cerita di film ini juga dirancang sedemikian rupa sehingga terkadang cerita kembali ke masa lalu, namun hal ini justru membuat filmnya makin menarik.

Ceritanya mengisahkan tentang seorang anak bernama Speedracer, yang dari kecil udah terobsesi banget sama balap mobil. Bokapnya punya perusahaan otomotif kecil-kecilan, dan kakaknya yang bernama Hex-racer adalah bintang arena balap saat itu. Suatu hari kakaknya meninggalkan rumah tanpa alasan jelas, dan tak lama kemudian terlibat kecelakaan serius dalam arena balap. Cerita lalu melompat ke masa depan dimana Speedracer sudah menjadi dewasa dan juga menjadi bintang arena balap.

Cerita makin seru ketika ada perusahaan besar yang pengen nguasain bisnis otomotif, dan merusak semangat sportivitas balapan. Speedracer bersama beberapa pembalap lainnya berusaha menentang perusahaan tersebut. Dari situ terungkaplah beberapa misteri, termasuk alasan sang kakak meninggalkan rumah.

Film ini menurut gw sangat menghibur, selain disuguhi sama gambar yang super keren, ceritanya pun cukup bagus diselingi dengan adegan kocak yang bisa bikin ketawa. Apalagi akting para pemainnya OKS banget, termasuk RAIN, si penyanyi korea itu, yang bisa tampil bagus di film holiwood pertamanya.
Rating nih film menurut gw: 8/10

CAST:
Emile Hirsch as SpeedRacer
Christina Riccie as Trixie
Scott Porter as Rex
RAIN as Taego

Quote:
“If I’m guilty, it’s the mistake I have to live with”

The Forbidden Kingdom (Resensi)

Film yang dibintangi dua jagoan kungfu terkenal, yaitu Jet Li n Jackie Chan, sudah barang tentu ditunggu-tunggu para penggemarnya. Dalam film “The Forbidden Kingdom”, keduanya memperlihatkan kemampuan kungfu yang sangat menghibur dan indah, apalagi mengingat umur keduanya udah gak muda lagi.

Film ini bermula ketika Jason (Michael Angarano), pemuda yang sangat suka menonton dvd kungfu, tapi tidak bisa kungfu sama sekali, dikerjai oleh segerombolan anak muda. Setelah insiden di toko dvd, Jason dikejar oleh geng berandalan itu. Bersenjatakan tongkat pusaka milik kakek tua empunya toko dvd, Jason akhirnya terpojok juga di atas sebuah gedung. Tiba-tiba, Tongkat tersebut mendorong Jason untuk masuk ke dalam dunia yang sama sekali berbeda dengan dunianya. Dunia fantasi bersetting cina pada masa lampau.

Dari situ ia kemudian mengetahui bahwa ia mengemban misi penting. Dalam menjalankan misi penting itu, ia kemudian ditemani oleh Lu Yan (Jackie Chan), Sparrow (Liu Yi Fei), dan kemudian bertemu juga dengan biksu yang tidak banyak bicara, Silent Monk (Jet Li). Keempatnya kemudian memulai perjalanan penuh tantangan.

Dari segi cerita, mungkin agak S.T.D yah, tapi menurut gw, nih film tetap layak ditonton. Pengambilan gambar pemandangan alam nan indah senantiasa mengiringi adegan per adegan. CG (Computer Graphic) yang dihasilkan pun membuat adegan pertarungan menjadi semakin terasa. Tak jarang humor-humor ringan pun dilontarkan para tokoh, sehingga suasana tidak melulu tegang. Intinya: Menghibur! Apalagi buat cowok-cowok, soalnya si Golden Sparrow tuh cakep banget! Masih 20 taon pula.. ahaha..

Hmmm… Hal yang paling bikin bingung cuman satu. Koq di china jaman dulu, banyak banget orang bisa bahasa inggris? wahaha.. Agak aneh aja gitu. Kenapa saat pertama-tama si Jason terdampar di pedesaan, dan semua orang gak ngerti bahasanya, tiba-tiba ada Lu Yan yang bisa bahasa inggris?? Wahh.. hebat. Terus semua orang yang ditemui jason pun serentak bisa bahasa inggris (termasuk Sun Wokong). hehe.. Gw kira bakal ada penjelasan logis seiring berjalannya film, tapi ternyata nggak. Yah, mungkin jaman dulu udah ada EF (English first) cabang cina pedalaman kali ya. Who knows?? hahaha..