Duka di Awal 2021

Baru setengah bulan kita memasuki 2021, tampaknya tanpa ba-bi-bu ia langsung tancap gas. Kabar duka satu per satu menghiasi hari-hari kita. Pandemi tak kunjung reda, jumlah kasus baru terus meningkat (nyaris 13.000 kasus baru di hari tulisan ini ditulis), pun angka kematian terus menanjak, baik masyarakat pun nakes.

Kita masih menahan nafas menyaksikan pandemi berkecamuk, lantas kabar duka lainnya hadir tanpa aba-aba. Tragedi Sriwijaya Air, yang jatuh tak lama setelah lepas landas dari bandar Soekarno Hatta, amat menyayat hati.

Belum lagi bencana alam yang terjadi dimana-mana. Gunung Merapi terus erupsi. Longsor di sejumlah daerah. Gempa di Sulawesi. Banjir Bandang di Kalimantan.

Wafatnya Ulama Syekh Ali Jaber turut menambah daftar luka dan duka yang harus kita terima. Meski saya pribadi hanya sesekali melihat ceramah beliau yang teduh dan sejuk itu, namun melihat bagaimana linimasa medsos dan status WhatsApp handai taulan sekalian saat beliau meninggal, jelas betapa beliau telah menyentuh dan berbekas ke kehidupan demikian banyak manusia.

Dari ruang terdekat pun, ada kabar duka. Salah satu paman saya meninggal minggu lalu. Setelah dua tahunan melawan penyakitnya, akhirnya beliau wafat di usia 74 tahun. Menghadiri ibadah penghiburan dan pemakaman tentu bukan pengalaman menyenangkan, terlebih di tengah pandemi. Kala jarak harus dijaga, sentuhan fisik dihindarkan, tamu dibatasi, dan durasi berduka yang seakan harus tuntas sesegera mungkin.

Saya sadar, sepanjang 2021 ini tentu akan lebih banyak lagi kabar duka. Bagaimanapun, suka dan duka adalah bagian dari hidup. Tak terhindarkan. Paham, kok. Tapi entah kenapa rasanya belakangan ini duka lebih sering muncul dibanding suka. Mungkin hanya perasaan saya saja. Mungkin bias yang dimunculkan media juga (bad news is good news). Entah.

Apa pun itu, semoga sepanjang 2021 ini kita diberi banyak suka untuk kita nikmati. Serta kekuatan yang cukup, untuk melewati setiap duka yang melintas. Ya, semoga.

Selamat Datang, 2021!

Halo halo! Tiba kita di awal tahun yang baru: 2021.

Tahun yang membawa harapan, setelah 2020 yang begitu berat dan melelahkan. Tiada doa dan harap dari saya selain yang terbaik bagi kita semua. Tanpa terkecuali.

Saat sedang mengkontemplasikan resolusi tahun baru, saya teringat nasib blog yang tak terurus ini. Entah kapan terakhir kali saya menulis di sini. Sudah lama sekali. Mungkin terlalu lama.

Zaman dan media berubah amat cepat. Saya dan kesukaan saya berbagi ide dan pengalaman pun terus berubah. Dari ngeblog, lalu menulis di Facebook, lalu belakangan beralih ke Podcast dan Instagram. Semangatnya sih sama: berbagi. Namun mediumnya terus berubah. Dan saya pun galau menentukan bentuk. Macam neanderthal yang siap digilas zaman.

“The medium is the message”, kata Marshall McLuhan. Medium tak hanya bentuk, bisa jadi itu adalah kunci dan signifikansi dari pesannya itu sendiri. Dan bisa jadi, pesan yang lazim diterima di masa kini adalah medium-medium baru itu: ya Podcast, Youtube, Instagram, Tiktok (?) dan lainnya.

Ya, bisa jadi.

Tapi entah kenapa saya enggan menyudahi blog ini. Ada rasa dan kepuasan yang berbeda ketika menulis for the sake of menulis. Dan fokus ada pada tulisan itu sendiri. Bukan visual, desain, insights, pemanis, carousel, dan segala tetek bengek lainnya. Fokus pada kata dan cerita. Pada narasi dan esensi.

Maka dari itu di tahun yang baru ini saya akan kembali ke rumah lama. Kembali rutin menulis di sini. Kembali fokus menulis. Tak ada lagi yang baca blog? Ya biarin deh. Setidak-tidaknya ketika nanti teknologi untuk meng-upload kesadaran dan intelegensi ke internet sudah ada, saya tinggal upload blog ini saja, lalu voila cyborg bernama Okki Sutanto XÆ-7X pun terlahir kembali di tahun 2049. Hah? Apaan deh? Iya-in aja udah, biar cepet.

Hmm, lalu medium lainnya bagaimana? Podcast? Instagram? Entah. Mungkin akan berjalan paralel. Mungkin akan saya coba selaraskan. Kita lihat saja nanti, ya.

Santai, baru juga 1 Januari. Gak perlu buru-buru. Tak usah ngebut-ngebut banget. Mal aja jam tujuh sudah harus tutup, kok.

Intinya, the medium is the message, indeed. I just don’t want the message to be the mess age.

Jakarta, 1 Januari 2021
Okki Sutanto

Pemenang Giveaway Podcast Pinteran

Hai teman-teman sekalian!

 

Terima kasih banget buat segala respon, masukan, dan partisipasi teman-teman untuk giveaway Podcast Pinteran gue yak (https://okkisutanto.com/2019/01/12/podcast-pinteran-giveaway/). Terima kasih banget juga buat yang udah bantu nyebarin info ini, khususnya Kokoh Handoko Tjung (@handokotjung) yaaa yang udah bantu me-RT twit gue kemarin sampe banyak yang denger. I owe you brooo.. 🙂

Naaah, kali ini gue mau umumin pemenangnya!

Jeng jeng jeng jeng… Ga sabar kan? hehe..

.

.

.

.

PEMENANGNYA ADALAH….

.

.

.

Eh sebelomnya gue jelasin dulu ya ini berdasarkan keberuntungan saja ya. Gue milihnya agak-agak random sampling saja, soalnya setiap yang berpartisipasi tuh beneran bikin gue terharu dan semangat untuk terus berkarya. Jadi jangan sedih, terus ikutin Podcast gue untuk mendapatkan hadiah-hadiah menarik di balik tutup botol kalian. #LOH haha..

.

.

.

PEMENANG GIVEAWAY PODCAST PINTERAN

  1. @alfinovriando (Instagram)

  2. @Faruq_AlBanna (Twitter)

  3. @azure_snowflake (Instagram)

 

SELAMAAAAT buat teman-teman yang beruntung ya. Semoga makin semangat dengerin Podcast gue. Nantikan episode berikutnya segera ya, dari kemarin mau recording tapi saya sariawan. hahaha..

 

Buat yang gak beruntung, jangan berkecil hati. Kalian tau kan kalo Coca Cola atau McDonald bikin kompetisi gitu, semua staf dan anggota keluarganya gak boleh ikutan. Jadi, mungkin aja kalian gak menang bukan karena kurang beruntung, tapi karena kalian gue anggep sebagai keluarga sendiri. Jadi gak menang biar gak dikira ada praktik nepotisme di sini. hahahaha.. Bisa aja ya gue ngelesnya? haha..

 

Oke, untuk yang beruntung, silakan email buku yang kalian inginkan (judul + penulisnya), serta alamat lengkap kalian ke email gue di okki.sutanto@gmail.com ya. Abis email boleh colek gue juga di Instagram / Twitter, biar gue notice emailnya. Takutnya keskip.

 

Email kalian ditunggu sampai Senin depan (11 Februari 2019) pukul 23.59 ya. Kalau gak tau mau buku apa, kalian ceritain aja kira-kira lagi tertarik sama bidang apa nanti gue cariin buku yang menurut gue sesuai buat kalian! Hadiah akan dikirimkan paling lambat Senin (18 Februari 2019) ke alamat kalian ya.

 

Sekian pengumuman kali ini. Sekali lagi selamat buat teman-teman yang beruntung ya. Juga terima kasih sebanyak-banyaknya buat setiap insan yang sudah berpartisipasi di giveaway ini. Kalian semua sungguh terbhaiiique! :’)
Sampai jumpa di lain kesempatan… Salam Pinteran!