Pemenang Giveaway Podcast Pinteran

Hai teman-teman sekalian!

 

Terima kasih banget buat segala respon, masukan, dan partisipasi teman-teman untuk giveaway Podcast Pinteran gue yak (https://okkisutanto.com/2019/01/12/podcast-pinteran-giveaway/). Terima kasih banget juga buat yang udah bantu nyebarin info ini, khususnya Kokoh Handoko Tjung (@handokotjung) yaaa yang udah bantu me-RT twit gue kemarin sampe banyak yang denger. I owe you brooo.. 🙂

Naaah, kali ini gue mau umumin pemenangnya!

Jeng jeng jeng jeng… Ga sabar kan? hehe..

.

.

.

.

PEMENANGNYA ADALAH….

.

.

.

Eh sebelomnya gue jelasin dulu ya ini berdasarkan keberuntungan saja ya. Gue milihnya agak-agak random sampling saja, soalnya setiap yang berpartisipasi tuh beneran bikin gue terharu dan semangat untuk terus berkarya. Jadi jangan sedih, terus ikutin Podcast gue untuk mendapatkan hadiah-hadiah menarik di balik tutup botol kalian. #LOH haha..

.

.

.

PEMENANG GIVEAWAY PODCAST PINTERAN

  1. @alfinovriando (Instagram)

  2. @Faruq_AlBanna (Twitter)

  3. @azure_snowflake (Instagram)

 

SELAMAAAAT buat teman-teman yang beruntung ya. Semoga makin semangat dengerin Podcast gue. Nantikan episode berikutnya segera ya, dari kemarin mau recording tapi saya sariawan. hahaha..

 

Buat yang gak beruntung, jangan berkecil hati. Kalian tau kan kalo Coca Cola atau McDonald bikin kompetisi gitu, semua staf dan anggota keluarganya gak boleh ikutan. Jadi, mungkin aja kalian gak menang bukan karena kurang beruntung, tapi karena kalian gue anggep sebagai keluarga sendiri. Jadi gak menang biar gak dikira ada praktik nepotisme di sini. hahahaha.. Bisa aja ya gue ngelesnya? haha..

 

Oke, untuk yang beruntung, silakan email buku yang kalian inginkan (judul + penulisnya), serta alamat lengkap kalian ke email gue di okki.sutanto@gmail.com ya. Abis email boleh colek gue juga di Instagram / Twitter, biar gue notice emailnya. Takutnya keskip.

 

Email kalian ditunggu sampai Senin depan (11 Februari 2019) pukul 23.59 ya. Kalau gak tau mau buku apa, kalian ceritain aja kira-kira lagi tertarik sama bidang apa nanti gue cariin buku yang menurut gue sesuai buat kalian! Hadiah akan dikirimkan paling lambat Senin (18 Februari 2019) ke alamat kalian ya.

 

Sekian pengumuman kali ini. Sekali lagi selamat buat teman-teman yang beruntung ya. Juga terima kasih sebanyak-banyaknya buat setiap insan yang sudah berpartisipasi di giveaway ini. Kalian semua sungguh terbhaiiique! :’)
Sampai jumpa di lain kesempatan… Salam Pinteran!

Podcast Pinteran Giveaway

Oke, jadi belakangan ini gue lagi suka bikin podcast di Spotify, namanya Podcast Pinteran. Di episode kelima kali ini, gue ingin berbagi sesuatu bagi para pendengar setia gue (sekalian promoin Podcast gue, sekali mendayung dua pulau terlewati) hahaha..

Caranya sederhana, cukup share di medsos kalian, boleh Twitter/Facebook/Instagram, tentang episode podcast mana yang paling kalian suka dan kenapa. Sekalian tag gue ya biar gue tau (@okki_sutanto di Twitter atau @okkisutanto di Instagram).

Udah gitu aja. Gampang kan? Hehe..

Tiga pemenang beruntung akan dapat hadiah menarik: any book on earth. Yap. Buku. Apa pun. Selama buku itu dijual untuk umum (Gramed / Kino / Amazon / Apps Store / Google Play), dan selama ada di bumi. Buku fisik. Buku digital. Bahasa indo. Bahasa Inggris. Sampe bahasa tronjal-tronjol. Bebas. Pokoknya buku. Kalo ga tau mau buku apa, ya nanti gue yang pilihin. Tenang saja.

Kalo dijual tapi di planet Mars gimana? Ya ga bisa. Kalo ada di bumi tapi ga dijual misalnya naskah orisinil konstitusi Amrik, ya ga bisa juga. Jangan aneh-aneh lah ya Ferguso. 😂

Giveaway berakhir akhir bulan ini: 31 Januari 2019, pukul 23.59 WIB. Pemenang akan gue publish dan gue DM yak.

Good luck guys!

Hai Gie

freddy-castro-133326
Photo by Freddy Castro on Unsplash

Gie, apa kabar? Lama sudah ku tak menulisimu. Atau sekadar menyapa. Semoga kau tenang di sana, Gie. Usah resah. Sudah cukup kau resah semasa hidup. Kala menjadi mahasiswa, aktivis, pun dosen. Benar katamu, orang-orang seperti kita ini memang senantiasa resah. Ya hidup, kampus, pergerakan, pun negara kita resahkan. Padahal siapa kita ini coba? Hobi kok resah, dasar aneh. Ya tapi lebih baik resah deh ya, daripada apolitis dan apatis karena enggan berpikir kritis.

Di sana ada bioskop gak, Gie? Kalau ada, coba kau tonton Dilan, Gie. Ku ingin tahu komentarmu tentang film itu. Masak katanya rindu itu berat, Gie. Pun memukul guru dan membakar sekolah itu boleh, selama punya pembenaran. Sekeras-kerasnya kau semasa muda, juga pernah menulis “dosen yang tidak bisa dikritik lebih baik masuk tong sampah”, rasanya kita masih tahu adab dan batasan, ya. Tapi ya begitulah, Gie. Zaman sudah banyak berubah. Lelaki semacam Dilan justru kini digandrungi. Coba tonton film itu, lalu kita diskusikan. Kau masih suka diskusi film, kan?

Ya, banyak sudah berubah kini. Naik gunung sudah jadi gaya hidup, Gie. Ramai sekali gunung-gunung itu setiap akhir pekan. Dan tidak hanya komunitas pecinta alam, kini virus menggunung sudah mewabah. Sayangnya, sebagian besar tidak naik gunung untuk menyatu dengan alam atau membumi ke masyarakat. Mereka hanya mencari latar foto yang bisa dipandang unik dan keren oleh teman-temannya, dan kebetulan saja mereka memilih gunung. Untunglah zamanmu dulu belum ada Instagram, Gie. Bisa-bisa kau terusik naik gunung bersama mereka.

Belakangan sedang ramai, Gie, tentang adik kelasmu yang berjaket kuning. Tingkahnya menggelikan, ia menyemprit peluit dan memberikan kartu kuning pada kepala negara. Katanya bentuk protes, Gie. Hah? Kau bingung? Sama, Gie. Ku pun. Kenapa tak menulis di media seperti kita semasa mahasiswa dulu? Jangan bertanya padaku, Gie. Tanyalah sana pada adik kelasmu itu.

Ramai respon masyarakat, Gie. Banyak yang mencibir, termasuk aku. Tidak sedikit yang memuji karena katanya heroik dan berani, Gie. Ah, taik kucing mereka itu. Mengobral label heroik dan berani demikian murahnya. Kalau mau protes begitu sih tidak perlu mahasiswa, ya. Tukang parkir juga bisa sekadar menyemprit peluit ke presiden. Sungguh sensasi yang kosong esensi. Tidak lebih dari erupsi emosi yang minim aksi. Setuju kau, Gie?

Sekian dulu, Gie. Masih banyak sebenarnya yang ingin kuceritakan. Tapi biarlah itu nanti di surat-surat berikutnya. Tak ingin ku mengganggu istirahatmu lebih dari ini. Selamat menikmati kedamaian, Gie.

Jakarta, 9 Februari 2018
Okki Sutanto