Malam Masih Panjang

Kadang malam tak terselami
Terlalu luas, sekaligus penuh misteri
Memiliki tengah, namun tak bertepi
Juga terang, meski tanpa matahari

Ya, malam masih panjang
Selalu ada kemarin, untuk dikenang sebelum menghilang
Pun masih ada esok, yang tak pernah lelah datang
Sebenarnya.. Adakah guna aku berlantang?

Ah, malam masih panjang
Yang jalang masih telanjang
Yang malang masih terajang
Dan aku, masih mengerang?

Sakit? Atau Nikmat?
Ah, keduanya kadang tak bersekat
Yang kutahu aku ini bukan malaikat
Meski kadang kau perlakukan tanpa martabat

Ya, ya, ya…
Malam masih panjang, meski hanya sesaat.

Jakarta, 2 Juli 2011
Okki Sutanto.

Malam Masih Panjang

Sebuah Prosa.
#Tulisan keenambelas, hari kelimabelas

Malam masih panjang,
terlalu cepat untuk berdoa
Sang Pencipta mungkin belum pulang
masih sibuk mengurusi yang hidup

Malam masih panjang,
terlalu cepat untuk menyudahi cerita
dengan titik yang kamu ciptakan sendiri
saat koma sebenarnya masih menanti giliran tampil

Malam masih panjang,
terlalu cepat memvonis langit
dan membenci pekatnya
saat bintang masih berdandan di ruang ganti

Malam masih panjang,
terlalu cepat untuk tidur
saat lampu baru mulai benderang
dan mengajak kita menari bersama di babak penghabisan

Malam
masih
panjang

J-a-d-i

Ya
dinikmati
saja…

Jakarta, 4 Mei 2011
Okki Sutanto | http://octovary.blogspot.com
(bohong deh, malam makin memendek)