Responsibility, Accountability, Fuck Around & Find Out!
Welcome back to Things Worth Sharing (TWS)!
Ini adalah episode ke-11 TWS. Kolom di mana saya menuliskan hal yang saya lihat, dengar, & rasakan sepanjang minggu, yang jadi pelajaran baru bagi saya. Siapa tahu, ada manfaatnya bagi setiap yang baca.
Edisi pertama di tiap bulan bisa diakses siapa saja, tapi edisi-edisi berikutnya hanya akan tersedia untuk subscribers Instagram saja. hehe..
Oke deh, kita langsung mulai aja TWS minggu ini!
#1 RESPONSIBILITY & ACCOUNTABILITY
Saya lagi baca satu buku menarik. Awalnya tahu buku ini karena sering dibahas sama Ali Abdaal di channel Youtube-nya. Awalnya, cuma agak penasaran aja sama bukunya. Tapi, pas saya mau beli di Amazon, kok Kindle versionnya gak tersedia. Mulailah saya makin penasaran.
Terus keliling toko buku, eh tetap gak nemu juga. Di titik ini, rasa penasaran saya memuncak. Akhirnya saya cari-cari penjual buku impor di e-commerce dan nemu juga. Saya pesan, deh. Pas bukunya datang, saya langsung mulai baca. And I do enjoy it more than I thought I would.
“Responsibility must be followed by accountability.”
Selama ini, saya sering menganggap keduanya hal yang mirip-mirip dan interchangeable. Ternyata, gak juga. Kita bisa saja jadi manusia yang penuh tanggung jawab dan mengakui kesalahan (took responsibility), tapi belum tentu kita mau belajar dari kesalahan kita dan memastikan kesalahan yang sama tidak terulang kembali di masa depan (taking accountability).
Contohnya pas ketemu orang yang bilang, “Iya salah gue sih, bulan lalu gaji gue gak bersisa, soalnya gue kebanyakan jajan gak penting.”
You took some responsibility! Great.
Tapi, dia ngomong begitu sambil nyeruput kopi mahal di sebuah kafe premium, sambil check-out Labubu terbaru di iPhone 16 Pro Max yang baru dibeli kemarin.
Literally zero accountability, there.
Cuma karena seseorang mengakui kesalahannya, bukan berarti dia mengambil langkah strategis dan sistematis untuk bikin perubahan positif dalam hidupnya.
“Ya salah gue sih gak jaga makan, makanya berat gue segini-gini aja,” ucap saya sambil ngunyah kuah bakwan malang & order indomi goreng jumbo dobel pake telor.
“Iya, salah gue kebanyakan ngabisin waktu di handphone,” ucap saya sambil kirim Reels ke-30 di hari itu ke sahabat saya di Instagram.
And so on, and so on, you get the idea. Persis mantan yang ngaku salah tapi tetap ngulangin lagi kesalahan yang sama. Persis pemerintah yang ngaku salah tapi habis itu mencoba menghapus masa lalu. Eh…Hmm..
Owning up your responsibility is good,but accountability brings you to the next level.
Tahu kesalahan > fokus cari cara biar gak ngulangin lagi.
Cobain mindset ini di kerjaan, bisnis, relasi, atau hidupmu. Percaya deh kamu bakal dapet manfaat yang luar biasa.
“Kalau enggak, gimana, Ki?”
Yaaa salahin dirimu sendiri, lah. Masak nyalahin saya. hahaha.. If you can’t even take responsibility for your own life, how the hell would you be hold accountable?
#2 WHEN THE FUCK AROUND DUDE FINALLY FINDS OUT
Ngomong-ngomong soal responsibility & accountability, minggu ini saya lumayan kesal baca berita satu ini.
Tentang seorang selebgram yang ditahan di Myanmar. Sang selebgram (crazy rich manja yang gak pernah kerja sedetik pun seumur hidupnya) dipenjara otoritas setempat setelah terbukti masuk Myanmar secara ilegal dan bertemu dengan kelompok separatis bersenjata terlarang.
Masalahnya, sang selebgram emang kelakuannya aneh-aneh. Bukan kali pertama dia mengunjungi kelompok bersenjata & separatis. That’s basically what he’s been doing for years! Masih ada bahkan foto-fotonya di Instagram doi. Kontroversinya banyak. Pernah dibahas Tempo juga pas tahun 2022.
They guy literally Fuck Around, now he’s in the Find Out phase.
FAFO (Fuck Around & Find Out) Principle
Yang bikin gue kesel: ngapain juga pemerintah mau sibuk-sibuk ngurusin WNI ngehe begini. Cuma gegara keluarganya Crazy Rich? Taik kucing. Noh urusin WNI yang jadi korban TPPO. TKI yang jadi korban kekerasan. Pelajar kita yang terancam dideportasi Trump. Atau warga kita yang terjebak di area konflik.
Selebgram bikin ulah di negara lain bukan kali pertama. Vitaly Zdorovetskiy kena kasus di Filipina, dipenjara, dan negara asalnya (Russia) ogah bantuin. Ya emang salah dia sendiri kok ngelanggar hukum negara lain. Johnny Somali juga kena kasus di Korea Selatan. Apa Amerika Serikat repot-repot bantuin doi? Bodo amat anjir.
So, the real lesson here, is about the FAFO rule.The rule is damn simple:
“Don’t fuck around. Or consequence will kick you in the face.“
#3 TO DINE AMONG THE STARS
Oke, poin ketiga ini mungkin gak banyak pelajarannya, ya. Cuma mau cerita sambil flexing dikit! Hari Senin kemarin, saya ikut acara Gala Literasi Nusantara sebagai penutup rangkaian Ultah Kompas Ke-60.
Acaranya seru, dengerin sejarah Kompas. Menikmati suguhan lagu dari Krisdayanti & Lyodra. Mendengar sesi talkshow empat Menteri Koordinasi. Juga pidato kemenangan dua cendekiawan yang saya hormati: Romo Sindhunata & Melani Budianta. Dua orang yang tulisan, karya, & dedikasinya amatlah menginspirasi.
Tapi, yang paling berkesan buat saya acara Gala Dinner di awal. Bukan, bukan karena bakso malang dan somainya enak banget. Tapi karena saya bisa semeja, makan, & ngobrol bareng orang-orang keren ini:
Ada Mas Chatib Basri yang esai-esai ekonominya selalu insightful. Ada Prof. Sulistyowati Irianto yang opini-opininya soal antropologi hukum serta demokrasi begitu berdaya. Ada Pak Azyumardi Azra, tokoh cendekiawan muslim yang banyak berkarya di kancah internasional. Ada Pak Chappy Hakim yang analisisnya soal aviasi selalu keren. Juga teman-teman lain termasuk tim redaksi Harian Kompas.
Senang rasanya bisa duduk bareng dan ngobrol sama orang-orang yang selama ini cuma kita ikuti karyanya. Rasanya jadi ketularan pinter, gitu. hehehe..
#4 OUR WINGS
Ketika lagi riset soal Frida Kahlo untuk salah satu konten eksklusif di Instagram, saya nemu satu kutipan yang amat powerful! Frida Kahlo ucapkan ini ketika dokter mau mengamputasi salah satu kakinya:
“Feet, what do I need them for, if I have wings to fly?”
Frida Kahlo
Damn.
Gak, saya gak nganjurin kamu ikutan amputasi kaki kalau gak perlu-perlu banget.
But that is such a powerful quote on acceptance, taking control, & shifting perspectives during the most difficult times.
Respect, Frida Kahlo. You’ll always have my utmost respect…
That’s it. Those are things worth sharing this week from me.
Harusnya, kelompok 10% teratas ini bisa hidup nyaman, enak, & tenang di Amerika Serikat. Tapi, dengan penghasilan lebih dari 250.000 USD per tahun, nyatanya mereka masih tetap dihantui ketakutan & kekhawatiran soal ekonomi. Merasa belum cukup “kaya”. Kok bisa?!
Esai menarik soal bagaimana sistem dua partai di Amerika Serikat selama ratusan tahun bekerja dengan baik, sekarang malah perlahan membunuh demokrasi. Ditulis oleh Filipe Campante, profesor ekonomi di John Hopkins University, dan Ray Fisman, profesor behavioral economics di Boston Univerity. Banyak pelajaran menarik yang bisa kita petik bagi masa depan demokrasi Indonesia.
Sharing seru dari Austin Kleon. Saat dia baru berusia 13 tahun, ia mengirim surat ke salah satu seniman favoritnya: Winston Smith. Terus DIBALAS DONG! Gak tanggung-tanggung, balasannya surat sepanjang empat belas halaman. Surat ini, amat berdampak dan bikin Austin Kleon gigih mengejar karir kreatifnya di kemudian hari.
Selalu menarik bacain kisah-kisah perjalanan bisnis dari BackScoop. Salah satunya cerita bagaimana Adrian Zecha, pria asal Sukabumi, membangun AMAN, jaringan hotel super mewah yang tamu-tamunya mulai dari Princess Diana, Bill Gates, sampai Leonardo DiCaprio!
Kasus pembunuhan di AS menurun drastis beberapa tahun terakhir. Kabar baik, tentu. Tapi banyak yang bingung apa penyebabnya. Peneliti ini menemukan alasannya: inisiatif berbasis komunitas. Menarik bahwa pendekatan komunal integratif yang fokus ke anak muda bisa berdampak masif. Tanpa harus kirim anak ke barak.
Biar gak dianggap benci sama AI, saya share salah satu artikel Modern Love yang tone-nya positif, deh. Soal kisah seorang perempuan yang justru jadi lebih termanusiakan & relasi di dunia nyatanya membaik, berkat ChatGPT.
Saat ini, JFF Online Theater sedang berlangsung. Semacam Festival Film tapi online. Tanpa harus ke bioskop, kamu bisa menikmati sejumlah film pilihan secara gratis sampai awal Agustus. Ada film tentang gadis dusun pemalu yang harus kerja di Maid Cafe. Ada film tentang bisnis sake lintas generasi. Juga kisah lansia yang CLBK. Selamat menikmati!
Gitu dulu TWS kali ini.
Semoga bisa bikin akhir pekanmu lebih berwarna & seru!
Kirim Komentar!