Resensi Film – Extra Large

EXTRA LARGE
Free Image Hosting at www.ImageShack.us

COOL!

Itu kata yang gw keluarin pertama kali setelah nonton film indonesia berjudul ‘Extra Large’. Dengan tagline Antara aku, kau, dan Mak Erot, film ini sesungguhnya sudah bisa ditebak bergenre komedi. Akan tetapi, berbeda dengan kebanyakan film komedi indonesia, kelucuan di film ini benar-benar menyegarkan dan menggelitik! Mulai dari dialog yang ANAKMUDABANGET!, keluguan dari sang tokoh utama, hingga jalan cerita itu sendiri sangat menghibur penonton.

Meski mengukuhkan diri sebagai film komedi, ‘Extra Large’ tidak melulu berisi guyonan dan kekonyolan semata. Alur cerita film ini juga dihiasi dengan berbagai nilai kehidupan dari berbagai segi. Namun sayang, nilai-nilai kehidupan tersebut kurang digarap dengan sempurna dan mendalam.

Film ini bercerita mengenai seorang cowok lugu bernama Deni (Jamie Aditya), yang tiba-tiba mendapat tugas dari bapaknya untuk kawin sama Vicky (Dewi Sandra),anak bos bapaknya yang kebobolan hamil. Ternyata untuk kawin dengan Vicky tidaklah semudah itu, Deni harus bisa memenuhi syarat yang diajukan oleh Vicky yang ternyata adalah seorang hypersex, yaitu mampu memenuhi gairah seks Vicky dimana pun, kapan pun, dan dengan posisi apa pun!

Dari sinilah cerita kemudian mengalir. Deni dibantu dua orang sahabatnya, yaitu Janu (Alex Abbad), dan Stevan (Erron Lebang), membantu Deni dalam upaya memenuhi syarat Vicky tersebut. Dalam salah satu upaya tersebut, Deni diharuskan tinggal serumah dengan seorang pelacur bernama Intan (Francine Roosenda), untuk melatih diri agar terbiasa dengan seks!

Hal ini tentu tidak mudah karena Deni ternyata adalah seorang cowok yang lugu dan tidak tahu cara menghadapi wanita. Berbagai kelucuan yang menyegarkan terjadi dalam upaya Deni menjadi seorang lelaki sejati. Akankah Deni berhasil menjadi seorang lelaki sejati dan menikah dengan Vicky? Bagaimana kisah-kasih Deni dengan sang pelacur tersebut, sebatas seks-kah?

SAKSIKAN SELENGKAPNYA DALAM FILM KOMEDI INDONESIA, ‘EXTRA LARGE’!

Quote dari film:

Deni: Ada efek samping gak nih mak dari obat ini?

Mak’siat (cucunya Mak’erot) : Oh ada, paling ANU mas mengkerut, kering, copot, jatoh ke lantai. Ya palingan nanti dimakan kucing!

Deni: . . .

Well, secara keseluruhan gw kasih nih film rating 8.5 untuk ukuran film Indonesia!
Selain cerita yang menghibur dan menarik, nonton film ini juga gak ada bosen-bosennya (khususnya buat cowok), karena bisa melihat kecantikan dan keseksian dari Francine Roosenda! hehehe..

Foto Francine Roosenda
Free Image Hosting at www.ImageShack.us

Antara kebanjiran dan tidak lulus UTS!

Ya, antara naek mobil kebanjiran dan tidak lulus UTS!
Itulah keputusan yang bikin gw bingung pagi ini.
Dan akhirnya keputusan yang gw ambil SANGAT AMAT SALAH!
Simak cerita berikut! hahaha..

Jam dinding sudah menunjukkan pukul 11.00 ketika gw masih sangat malas untuk ke kampus gw yang berada di bilangan Sudirman. Padahal, jam 2.15 gw ada UTS mata kuliah Kewarganegaraan. Hujan yang mengguyur Jakarta sejak pagi belum juga berhenti, sedangkan di teve dan internet berita mengenai banjir sudah menjadi topik utama.
Gw lirik jalanan depan rumah, sambil menelan ludah gw liatin jalanan yang udah digenangin aer setinggi kira-kira 10cm. Gw berpikir dan berpikir ampe akhirnya mutusin buat ke kampus! Ini masalah lulus / ga lulus bo. haha..
(Keputusan fatal I)

Gw beres-beres, makan, n keluarin mobil dari garasi. Gw milih lewat tol karena menurut berita jalan bawah udah ga terselamatkan! haha. Lalu meluncurlah gw masuk tol, baru beberapa kilo asik melenggang, eh tol jadi macet gara-gara ada pengurangan jalur. Oke, gw nikmatin aja deh, lagian masih lama juga koq.
30 menit-an gw kehambat, sampe akhirnya jalanan udah mulai rada lenggang, Nah sekitar jam 12, gw dikasih tahu kalo jadwal UTS diundur sampe senin! Bah, gw liat jalanan di depan udah macet lagi, kebetulan ada pintu keluar tol tuh, jadinya gw keluar saat itu juga, padahal gw ga tau itu di daerah mana!
(Keputusan fatal II)

Seturunnya dari tol, gw bener-bener ga tau ada di daerah mana, gw cuma ikutin feeling aja and muter-muter ngikutin jalan yang kira-kira bisa dilalui sama mobil gw. Sampe akhirnya gw berada di terminal KOTA! Waw.. hebat juga yah gw nyasar sejauh ini. Gw mutusin pulang ke Sunter lewat Harmoni, karena Pangeran Jayakarta sepertinya sudah parah banjirnya.
(Keputusan fatal III)

Gw kejebak macet sepanjang jalan mau ke harmoni, macet setotal-totalnya! Jarak yang biasa bisa ditempuh dengan 20 menit doank jadi amblas sampe 2,5 jem! Parah banget, untungnya di mobil gw sedia album CD LIFEHOUSE yang setia menemani gw karaokean di mobil. hehehe.. Setelah bersabar-sabar ria, sampe juga gw di Juanda, gw liat jalanan di depan sepi, gw tancap lah gas ke sana!
(Keputusan fatal IV)

Baru aja sampe di Sanur, kembali macet total melanda! Jarak yang ga sampe 500 meter itu mesti gw tempuh dalam waktu 1.5 jam! Parah banget, tau gitu gw lewat pasar baru yang ternyata ga semacet itu. Oke, akhirnya setelah perjalanan panjang mengelilingi Jakarta dalam waktu 5 jam lebih TANPA ARTI (karena toh UTS gw diundur) itu berakhir!!!!! Amin.

Satu hal yang jadi pelajaran gw hari ini:

GA AKAN PERNAH LAGI BERKENDARA DI SAAT CUACA BERPOTENSI BANJIR SEKALIPUN ITU UJIAN AKHIR SEMESTER!!!!!

Poem – I’d rather

Just a simple poem.
Not all my poems resemble my feeling, it could only be words without meaning which I get from listening musics, watching movies, etc.

Enjoy!

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –
I’d rather chase your shadows all my life
Than be afraid of my own
I’d rather looking for something I don’t know
Than knowing I’m no longer myself

I’d rather be the shadow itself
Than living as someone else
But do WE have any chance to choose?

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

Inspired by: LIFEHOUSE lyric, ‘SPIN’.

%d bloggers like this: