Wake Up

Wake up!

You could make another excuse, as always, but not this time!
The world’s not gonna wait on you.

Say you made a mess. So what? Everybody did.
Say your self-confidence damaged at best. So what? Feel small will lead you nowhere.

Sometimes the path ahead got no light.
Sometimes being in status quo feels right.
But no! You can’t let fear owns you.

You’ve got to find what you love.
If you have, pursue it.
If you haven’t, never settle.

Wake up, you! Just wake up.
This time. For yourself. For your current family and one in the future.

Villain.

“Without the villain, we don’t suffer. Hero won’t arise.
Thus, I stand up and be one.
Cause sometimes, most of us need a hero, or need to be a sufferer. Hence, we could realize, how many friends and fans we have. How precious we all are.”

 =)

Malam Masih Panjang

Kadang malam tak terselami
Terlalu luas, sekaligus penuh misteri
Memiliki tengah, namun tak bertepi
Juga terang, meski tanpa matahari

Ya, malam masih panjang
Selalu ada kemarin, untuk dikenang sebelum menghilang
Pun masih ada esok, yang tak pernah lelah datang
Sebenarnya.. Adakah guna aku berlantang?

Ah, malam masih panjang
Yang jalang masih telanjang
Yang malang masih terajang
Dan aku, masih mengerang?

Sakit? Atau Nikmat?
Ah, keduanya kadang tak bersekat
Yang kutahu aku ini bukan malaikat
Meski kadang kau perlakukan tanpa martabat

Ya, ya, ya…
Malam masih panjang, meski hanya sesaat.

Jakarta, 2 Juli 2011
Okki Sutanto.

Hei Kamu!

Prosa // Pengganti ucapan selamat ulang tahun.
(Baru diarsipkan, sebelumnya dipublikasikan di Facebook)

Hei kamu,
yang cantik karena:
keleluasan saat berpikir,
keliaran dalam bermimpi,
kecintaan pada manusia,
kebencian pada kedangkalan,
kehausan akan pengetahuan,
kepercayaan akan layaknya memperjuangkan sesuatu,
keyakinan akan pentingnya cinta dalam sebuah aktivitas,
juga karena keberanian menjadi diri sendiri.

Hei kamu,
terus berusaha mencintai bumi manusia ya,
dengan segala permasalahan di dalamnya.
Dan jangan mau cuma numpang jadi masalah,
jadi setitik harapan juga kedengarannya tidak jelek.

Hei kamu,
terus berusaha mengangkasa tanpa takut terjatuh ya,
karena tanpa hancur lebam karena berjuta kesalahan,
kebenaran yang cuma satu pun
bisa jadi tidak kesampaian.

Hei kamu…………
Selamat ulang tahun!

Jakarta, 26 Mei 2011
Okki Sutanto
(jangan bosan jadi sahabat berdebat gue ya! kapan lagi gue bisa berdebat sama juara nasional? hahahaha)

Kamu Kayak Klinik Anti Jerawat

Prosa
(baru diarsipkan, sebelumnya dipublikasikan di Facebook)

Tadi kalau gak salah,
kamu bilang klinik anti jerawat itu gak ada gunanya
emang sih, jerawatnya hilang pas lagi ke sana
tapi sesudahnya, jerawatnya muncul lagi

Kalau dipikir-pikir,
kamu itu ya kayak begitu juga
kalau lagi sama kamu,
semua penderitaanku hilang

Isi kepala yang kayak lagi latian sirkus
Sekujur badan yang gemeteran overdosis angin
Sampe mulut yang mogok ngunyah
semuanya hilang kalau aku lagi sama kamu

Tapi ya itu tadi,
efek kamu itu cuma sementara
selepas kita berjalan tolak arah
sakitnya menyerbu kembali

Ya pusingnya
ya meriangnya
ya sariawannya
ah, tak ketinggalan penyakitnya nambah satu…… kangen!

Jakarta, 24 Mei 2011
Okki Sutanto
(tapi aku akan tetep balik ke “klinik” ga berguna itu koq)

Memangnya Kenapa?

Sebuah Prosa
#Tulisan ketujuhbelas, hari ketujuhbelas

Memangnya kenapa,
kalau saya ingin jadi orang jahat?

Bukankah orang baik itu sudah banyak bertebaran,
dan dunia ini belum juga membaik?

Memangnya kenapa,
kalau saya ingin jadi orang sombong?

Bukankah semua orang diajar untuk jadi rendah hati,
dan nyatanya kompetisi itu tetap saja ada?

Memangnya kenapa,
kalau saya ingin jadi tukang bohong?

Bukankah ketika kejujuran diagungkan,
tetap saja tidak membawa kita kemana-mana?

Iya kan?
Jadi gak apa kan, saya jadi jahat, sombong, dan pembohong?

Dan ketika nanti saya ingin menjadi baik, rendah hati, dan jujur,
Memangnya kenapa?

Bukankah dunia akan menjadi lebih baik,
ketika kita tidak menciptakan dua kutub,
dan dua warna saja?

Lantas….
Kenapa?

Jakarta, 6 Mei 2011
Okki Sutanto | http://octovary.blogspot.com
(Gak kenapa-kenapa kok)

Malam Masih Panjang

Sebuah Prosa.
#Tulisan keenambelas, hari kelimabelas

Malam masih panjang,
terlalu cepat untuk berdoa
Sang Pencipta mungkin belum pulang
masih sibuk mengurusi yang hidup

Malam masih panjang,
terlalu cepat untuk menyudahi cerita
dengan titik yang kamu ciptakan sendiri
saat koma sebenarnya masih menanti giliran tampil

Malam masih panjang,
terlalu cepat memvonis langit
dan membenci pekatnya
saat bintang masih berdandan di ruang ganti

Malam masih panjang,
terlalu cepat untuk tidur
saat lampu baru mulai benderang
dan mengajak kita menari bersama di babak penghabisan

Malam
masih
panjang

J-a-d-i

Ya
dinikmati
saja…

Jakarta, 4 Mei 2011
Okki Sutanto | http://octovary.blogspot.com
(bohong deh, malam makin memendek)