Kamu Kayak Klinik Anti Jerawat

Prosa
(baru diarsipkan, sebelumnya dipublikasikan di Facebook)

Tadi kalau gak salah,
kamu bilang klinik anti jerawat itu gak ada gunanya
emang sih, jerawatnya hilang pas lagi ke sana
tapi sesudahnya, jerawatnya muncul lagi

Kalau dipikir-pikir,
kamu itu ya kayak begitu juga
kalau lagi sama kamu,
semua penderitaanku hilang

Isi kepala yang kayak lagi latian sirkus
Sekujur badan yang gemeteran overdosis angin
Sampe mulut yang mogok ngunyah
semuanya hilang kalau aku lagi sama kamu

Tapi ya itu tadi,
efek kamu itu cuma sementara
selepas kita berjalan tolak arah
sakitnya menyerbu kembali

Ya pusingnya
ya meriangnya
ya sariawannya
ah, tak ketinggalan penyakitnya nambah satu…… kangen!

Jakarta, 24 Mei 2011
Okki Sutanto
(tapi aku akan tetep balik ke “klinik” ga berguna itu koq)

Kangen.

Prosa.
#Tulisan kesembilan, hari kedelapan.

Aku tiba di ruangan 2X3 tempatmu melukis hari.
Hanya ada kamu di dalamnya.
Entahlah, mungkin ada perabot lain juga.
Tapi di mataku hanya ada kamu.
Cuma mau kamu.

Kita pun mengeluarkan peliharaan kesayangan kita: kangen.
Kita biarkan kangen kita bersahutan.
Punyaku dan milikmu.
Bergulat hebat.
Tak terbedakan lagi mana kangenku mana kangenmu.

Ciuman pertama kita di sore itu.
Tidak ada waktu untuk menikmatinya.
Karena yang kedua, ketiga, dan berikutnya langsung menyambar tanpa jeda.
Kita tak membiarkan jeda hadir.

Sudah terlalu sering jeda meraja, antara ruang kerjaku dan panggungmu.

Sore itu pemikiranku dan tarianmu tak perlu tampil.
Izinkan mereka beristirahat, biarkan kangen menikmati kedigdayaannya.
Menguasai kita.
Memeras ruang sunyi di antara kita.
Sampai habis tak bersisa.

Jakarta, 27 April 2011
Okki Sutanto | octovary.blogspot.com
(Terinspirasi salah satu prosa dalam “Filosofi Kopi”-nya Dee)