Kangen.

Prosa.
#Tulisan kesembilan, hari kedelapan.

Aku tiba di ruangan 2X3 tempatmu melukis hari.
Hanya ada kamu di dalamnya.
Entahlah, mungkin ada perabot lain juga.
Tapi di mataku hanya ada kamu.
Cuma mau kamu.

Kita pun mengeluarkan peliharaan kesayangan kita: kangen.
Kita biarkan kangen kita bersahutan.
Punyaku dan milikmu.
Bergulat hebat.
Tak terbedakan lagi mana kangenku mana kangenmu.

Ciuman pertama kita di sore itu.
Tidak ada waktu untuk menikmatinya.
Karena yang kedua, ketiga, dan berikutnya langsung menyambar tanpa jeda.
Kita tak membiarkan jeda hadir.

Sudah terlalu sering jeda meraja, antara ruang kerjaku dan panggungmu.

Sore itu pemikiranku dan tarianmu tak perlu tampil.
Izinkan mereka beristirahat, biarkan kangen menikmati kedigdayaannya.
Menguasai kita.
Memeras ruang sunyi di antara kita.
Sampai habis tak bersisa.

Jakarta, 27 April 2011
Okki Sutanto | octovary.blogspot.com
(Terinspirasi salah satu prosa dalam “Filosofi Kopi”-nya Dee)

Kirim Komentar!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s