P3K: Pak Presiden, Perhitungkanlah Kami!

Ketikan Pinggir Hari Ini

Presiden dan kabinet yang baru, akhirnya dilantik 20 Oktober yang lalu. Meski tidak sempat mengikuti rangkaian acara dan seremoni tersebut melalui layar televisi, namun saya tetap berusaha mencari tahu berbagai hal tentang hari tersebut. Salah satunya adalah dengan mencari skrip pidato pelantikan presiden. Untungnya tidak perlu lama mencari dan saya menemukannya di: http://www.tvone.co.id/berita/view/25865/2009/10/20/isi_pidato_pelantikan_presiden_sby

Seperti yang sudah saya perkirakan sebelumnya, pidato tersebut isinya terlampau diplomatis. Hanya hal-hal umum yang sudah diketahui semua orang, formalitas belaka. Jauh dari detil dan gambaran konkrit! Bahkan pidato pelantikan Dekanat fakultas saya pun jauh lebih baik dan inspiratif. Ada satu hal yang cukup menjadi pertanyaan saya: ‘Bagaimana ya peran generasi muda (lebih spesifik: mahasiswa!), di mata pak presiden?’. Koq sepertinya isu ini tidak pernah tersentuh ya? Baik saat kampanye, debat, bahkan hingga pidato pelantikan presiden tersebut.

Tidak usah diragukan lagi, betapa potensi yang dimiliki generasi muda bangsa ini adalah suatu hal yang membanggakan. Kita hanya terlalu rendah diri untuk mengakuinya, termasuk pemerintah. Mungkin ini pula yang kemudian membuat pemerintah enggan memberikan perhatian lebih pada generasi muda, dan pada akhirnya memberikan mereka ruang bebas untuk berkembang sendiri, sedemikian bebasnya hingga bisa kata ‘diacuhkan’ terasa lebih tepat. Pendidikan tidak pernah diperhatikan secara serius. Menteri pendidikan sebelumnya orang berlatar belakang ekonomi. Menteri saat ini? Hibah-an dari departemen komunikasi! Yang bahkan sempat menjadi menteri pariwisata ad-interim. Lantas pertanyaannya, di mana sih sebenarnya lahan keahlian orang ini? Koq seperti superman yang bisa melakukan semua hal. Oke, tidak perlu terlalu dalam membahas menteri tersebut, cukup sedangkalnya saja.

Kembali ke masalah generasi muda tadi. Sudah rahasia umum bahwa generasi muda memiliki berbagai kelebihan dibanding pendahulunya. Pemahaman yang lebih terhadap teknologi, Kemampuan berpikir kreatif dan inovatif, Kekritisan, serta Kinerja otak yang jelas lebih baik (sebuah artikel menyebutkan setiap harinya terdapat ribuan sel otak yang mati. Tentu hal ini secara tidak langsung membuat generasi muda berpikir lebih baik daripada generasi pendahulunya). Terlepas dari berbagai kelemahan yang dimiliki generasi muda saat ini, tetap tidak bijak untuk mengesampingkan peran dan potensi yang bisa mereka sumbangkan.

Alangkah indahnya, jika pemerintah menggandeng generasi muda untuk bersama-sama memajukan negeri ini. Tidak perlu muluk-muluk dan langsung ingin berjalan beriringan. Semua bisa dimulai dari kerja sama yang sederhana. Pemerintah bisa mulai menjalin kerja sama dengan berbagai universitas untuk menghasilkan banyak hal. Misalnya jika seluruh departemen ingin membuat situs internet, kerja samalah dengan universitas yang jurusan unggulannya di bidang informatika. Misalkan pemerintah ingin meningkatkan perekonomian di sebuah pedesaan, libatkanlah mahasiswa-mahasiswa ekonomi dari universitas-universitas yang terbukti unggul. Proyek di bidang kesehatan? Libatkanlah mahasiswa kedokteran, keperawatan, farmasi, dan lain sebagainya. Ingin mendalami dan mengatasi konflik di berbagai daerah? Libatkanlah mahasiswa FISIP. Ingin membuat iklan untuk promosi pariwisata? Mintalah bantuan mahasiswa jurusan disain komunikasi visual. Yakin deh, hasilnya akan jauh lebih baik daripada proyek iklan setengah hati seperti sekarang. Mau menerapkan peraturan / undang-undang baru? Libatkanlah mahasiswa hukum. Mau melakukan perubahan budaya dan membentuk perilaku baru di masyarakat? Percayakanlah pada mahasiswa jurusan Psikologi.

Lihat, begitu banyak potensi dari generasi muda khususnya mahasiwa, dalam membantu pekerjaan pemerintah. Tidak perlu malu atau pun gengsi, menyatakan keunggulan yang dimiliki generasi muda. Bangsa ini sudah sakit, morbid!. Perlu perubahan, kesegaran, dan tangan-tangan baru dalam membantu membawa negeri ini ke arah yang lebih baik.

Sudah bukan saatnya pemerintah hanya berkoalisi dengan Parpol saja! Koalisilah dengan rakyat! Koalisilah dengan segenap komponen bangsa, termasuk generasi muda! Sebagaimana salah satu syarat Good Governance adalah interaksi yang sinergis antara pemerintah dan rakyatnya. Tanpa itu, mustahil negri ini akan menuju ke arah yang lebih baik. Mau?

Jakarta, 22 Oktober 2009
Okki Sutanto
(jadi kepikiran untuk membuat pidato kenegaraan jika gw jadi presiden nanti)

Kirim Komentar!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s