Laporan Kuartal Pertama Daftar Tontonan Tahun Ini

Catatan Pribadi
#Tulisan kedelapanbelas, hari ketujuhbelas

Biasanya, setiap kali tahun baru itu saya membuat yang namanya resolusi tahun baru. Untuk tahun ini agak berbeda, karena saya mencatatnya dalam suatu daftar, dan mencantumkannya di blog saya. Tujuannya ya biar saya mudah melihat progres yang sudah saya capai secara berkala. Hehe.. Berhubung kini tahun 2011 sudah berjalan sepertiganya, kemarin saya mencoba untuk melihat progres yang sudah berjalan. Yah, masih banyak sih yang belum tercapai, meski sebagian sudah.

Nah, khusus di salah satu resolusi tersebut, yakni di bagian “Menonton 100 Film dalam Tahun Ini”, saya kesulitan untuk mencatat progresnya. Soalnya saya itu pelupa. Ditambah lagi kini saya tidak mengumpulkan sobekan tiket bioskop. Alhasil, jadi sulit juga untuk tahu sudah berapa banyak film yang saya tonton di tahun ini. Untuk itu, saya akan mencoba mengingat, film-film apa saja yang sudah saya saksikan di tahun ini, berikut komentar singkat.

1. Letters To God
[Film pertama yang saya tonton tahun ini. Menceritakan tentang perjuangan seorang anak bertahan hidup melawan penyakitnya. Diangkat dari kisah nyata, cukup kuat menggambarkan problematika keluarga sederhana di Amerika. Saya menonton film ini di Blitz Central Park. Rating saya: 6.5 / 10]

2. The Kids Are All Right
[Film yang mengambil setting cerita cukup unik: keluarga lesbian. Di mana kedua anak mereka mencaritahu tentang ayah biologis mereka, dan ternyata hal itu membawa berbagai masalah di keluarga tersebut. Di sini penonton disuguhkan akting-akting ciamik dari para pemainnya. Saya menonton film ini di laptop. Rating saya: 7.0 / 10]

3. Mr Holland’s Opus
[Film klasik yang menceritakan kehidupan seorang guru musik di sebuah SMA. Cukup detil menggambarkan pergulatan batin sang guru, dinamika kehidupan SMA, hingga sistem pendidikan di Amerika. Film ini saya tonton bersama Komunitas Pecinta Film. Rating saya: 8.5 / 10]

4. Dead Poets Society
[Film jadul lainnya, lagi-lagi menceritakan tentang dunia pendidikan, di mana murid-muridnya dikenalkan dengan dunia kesusasteraan. Sangat baik menggambarkan persahabatan antar lelaki di asrama, juga tentang tuntutan orangtua terhadap anaknya. Film ini saya tonton bersama Komunitas Pecinta Film. Rating saya: 8.0 / 10]

5. Black Swan
[Film peraih Oscar. Akting para pemainnya tidak diragukan lagi. Cerita juga sangat baik digarap, detil pada kompleksitas konflik. Juga sangat psikologis sekali. Film ini juga saya tonton bersama Komunitas Pecinta Film. Rating saya: 9.0/10]

6. 127 Hours
[Juga salah satu pemanas Oscar lalu. Diangkat dari kisah nyata, di mana seorang pendaki gunung terjebak karena batu besar menindih tangannya. Untuk bertahan hidup, ia terpaksa memutuskan tangannya yang terjepit, dengan pisau lipat yang tumpul. Detil ketika menceritakan proses ketersiksaannya sangat baik sekali. Film ini juga saya tonton bersama Komunitas Pecinta Film. Rating saya: 8.0/10]

7. Yours Truly
[Film pendek yang diproduksi oleh pasutri muda, Ian Salim dan Elvira Kusno. Meski dengan peralatan, dana, dan teknik terbatas, film ini sangat bagus dan menghibur, baik dari segi cerita maupun keindahan gambar. Mengisahkan tentang seorang lelaki pendiam yang bekerja sebagai pengantar bunga, hingga suatu hari ia jatuh cinta pada wanita yang sering dijadikan tujuan pengiriman bunga. Film ini juga saya tonton bersama Komunitas Pecinta Film, sekaligus dengan krunya! hehe.. Rating saya: 8.0/10]

8. Kai
[Film pendek yang diproduksi oleh mahasiswa Psikologi di salah satu universitas di Malaysia. Konsep sederhana, namun pengambilan gambar cukup indah. Menceritakan tentang bagaimana kebaikan itu seperti virus, bisa menular dari satu orang ke orang lain, dan bisa kembali lagi ke orang pertama. Kalimat saktinya: “There is time”, cukup berkesan karena sangat dominan sepanjang film. Film ini saya tonton di Youtube. Rating saya: 7.0/10]

9. Crazy Little Things Called Love 
[Film terbaik yang saya tonton di tahun ini, sejauh ini. Cerita cinta sederhana, namun didukung oleh gambar-gambar indah, make up jempolan, dan akting yang natural dari para pemainnya. Film Thailand ini menceritakan kisah cinta monyet di masa SD yang berlanjut hingga dewasa. Lucu sekaligus mengharukan. Baifern, pemeran wanita utamanya, sukses merampok hati para lelaki yang menontonnya! haha.. Film ini saya saksikan di Blitz Grand Indonesia dan Blitz Paris Van Java. Rating saya: 9.0/10]

10. 4bia
[Kumpulan film horor pendek dari Thailand. Ada empat film yang masing-masing memiliki warnanya tersendiri. Ada wanita muda yang diteror melalui sms oleh hantu yang ingin bertemu dengannya. Ada kisah sekelompok pecinta alam yang mengalami kejadian menegangkan saat arung jeram. Ada tentang bullying. Terakhir, cerita tentang pembalasan dendam wanita terhadap selingkuhan suaminya. Film ini saya saksikan di dvd player saat pembubaran KOMPSI. Rating saya: 6.5/10]

11. Tanda Tanya
[Ini dia salah satu film Indonesia paling kontroversial di tahun ini. Secara sinematografis sangat baik, apalagi mengingat ini film Indonesia. Cerita cukup sederhana, ketika cinta dan agama bercampur aduk, bersamaan dengan praduga dan kebencian. Film ini saya saksikan di XXI Planet Hollywood. Rating saya: 8.0/10]

12. Devil
[Film tentang kekuatan iblis. Ketika beberapa orang yang tidak saling mengenal terjebak di lift, dan satu per satu dari mereka mati secara misterius saat menunggu pertolongan. Akting biasa saja, dialog biasa saja, cerita juga biasa saja. Film ini saya saksikan di XXI Botani Square. Rating saya: 6.5/10]

13. Minggu Pagi di Victoria Park
[Lagi, film jempolan karya sineas Indonesia. Menceritakan tentang kehidupan TKW di Hongkong. Berbagai problematika yang umum dihadapi TKW diangkat di sini, mulai dari utang, kehidupan percintaan, hingga masalah keluarga lainnya. Akting beberapa pemainnya cukup berkesan. Pengambilan gambar pun indah sekali. Film ini saya saksikan bersama Komunitas Pecinta Film. Rating saya: 8.0/10]

14. No Strings Attached
[Film sederhana yang mengisahkan tentang hubungan dua orang sahabat yang memiliki kontrak untuk melakukan hubungan intim tanpa status. Tidak ada yang salah dari film ini, meski tidak ada yang menonjol juga. Biasa saja. Film ini saya saksikan di Blitz Megaplex, lupa tepatnya di mana. Rating saya: 6.0/10]

15. Creek
[Yang paling berkesan dari film ini ya pemainnya, si Dominic Purcell yang memang sudah berkesan banget buat saya sejak serial televisi Prison Break. Untuk ceritanya, cukup absurd dan menyisakan banyak pertanyaan. Akting biasa saja, sinematografis juga. Film ini saya saksikan di XXI Planet Hollywood. Rating saya: 5.5/10]

Ya, sekian rasanya film yang sudah saya tonton di tahun ini. Rasanya sih ada yang terlewatkan, mungkin nanti akan saya tambahkan! hehehe..

Jakarta, 6 Mei 2011
Okki Sutanto | http://octovary.blogspot.com
(hmm..apa lagi ya yang kurang?)

Kirim Komentar!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s