Ilusi Resolusi

Selamat tahun baru 2018!

rakicevic-nenad-490348
Photo by Rakicevic Nenad on Unsplash

Sudah punya resolusi tahun baru? Bagus! Semoga tercapai. Saya sih ga muluk-muluk, belajar dari pengalaman kan resolusi tahun baru itu biasanya bertahan ga lebih dari seminggu. Jadi saya ga mau terjebak dalam ilusi semu bernama resolusi. Dalam euforia sesaat yang seringnya berjalan di tempat.

Gak kok, punya resolusi itu gak salah. Malah bagus kan, jadi lebih optimis dan penuh target di tahun yang baru. Dari yang mau menurunkan berat badan sampai target jumlah buku yang dibaca. Dari yang mau nikah sampai beresin tesis tanpa meringis. Siapa pun itu, dimana pun itu, saya doakan Anda berhasil!

Saya pribadi ga punya resolusi khusus, intinya mau setiap hari itu jadi lebih baik dari hari sebelumnya. Mau lebih bijak memanfaatkan waktu dan tenaga. Mau lebih bisa membahagiakan orangtua. Mau menjadi pribadi yang lebih dewasa dengan mengurangi kesinisan dan kenyinyiran. Mau punya tubuh lebih sehat sehingga bisa makan yang haram-haram sampai tua nanti! haha..

Buat yang masih menyusun resolusi, usahakan membuat resolusinya menggunakan metode SMART ya. Biar ga cuma anget-anget tai ayam tuh resolusi. haha.. Buat yang belum tahu, SMART itu singkatan: Specific, Measurable, Achievable, Realistic, dan Timely.

Sespesifik mungkin apa targetnya, jangan kayak saya di atas. Terukur, harus ada indikator keberhasilannya. Bisa dicapai, sesuaikan dengan kemampuan yang kita miliki. Realistis, dengan turut mempertimbangkan faktor-faktor di luar diri seperti waktu, prioritas, sumber daya, lingkungan, dan lainnya. Terakhir, punya jangka waktu yang jelas, bulan 1 mencapai apa, bulan 3 mencapai mana, dan seterusnya.

Metode di atas sih harusnya membantu ya, biar resolusi tahun baru teman-teman tidak terlalu mengawang dan seabstrak lukisannya Pollock. Saya pribadi sih ga menyusunnya se-SMART itu, karena saya ga punya resolusi tahun baru. Target saya cuma resolusi hari baru. Yang tiap hari saya susun ulang, refleksikan ulang, dan usahakan sebaik-baiknya.

SEMANGAT! Mari jalani tahun ini dengan bahagia, damai, dan bijak.

Batam, 2 Januari 2018
Okki Sutanto

Menghidupi Resolusi 2011!

#Refleksi2011 – Tulisan Ketujuh.

Di awal 2011, saya membuat sejumlah resolusi. Di tahun-tahun sebelumnya, resolusi biasanya hanya menjadi secarik catatan yang dalam seminggu sudah tak jelas ke mana rimbanya. Hilang. Terlupakan. Sama sekali tidak terpikirkan lagi.

Pada tahun 2011, saya berpikiran untuk go green dan tidak lagi menuliskannya dalam secarik kertas. Kali ini, saya mengeposkannya di blog saya (http://octovary.blogspot.com/p/resolusi-2011.html). Ternyata, cara ini jauh lebih bermanfaat. Selain tidak membuang-buang kertas, saya juga tidak kesulitan jika ingin melihatnya kembali. Selain itu saya juga lebih mudah memantau perkembangan capaian resolusi, serta jadi lebih sering melihat dan mengingat resolusi 2011 karena terpampang di blog setiap kali membuka blog. Pokoknya, banyak sekali manfaat dari menuliskan resolusi di situs pribadi! hehe.

Harus diakui, meski cara tersebut membuat saya jadi lebih “akrab” dengan resolusi 2011 saya, bukan berarti semua resolusi 2011 tersebut berhasil dicapai. Kebanyakan sih tetap tidak tercapai. Setidak-tidaknya, penyebab ketidaktercapaian resolusi itu bukanlah karena lupa. Beberapa saya tunda untuk alasan tertentu. Beberapa direvisi mengikuti perkembangan yang terjadi. Untuk lebih lengkapnya, saya akan coba melihat kembali bagaimana perjalanan saya selama tahun 2011 dalam menghidupi dan mengusahakan resolusi tersebut.

BARANG YANG INGIN DIBELI.

Secara garis besar, resolusi saya terdiri dari tiga bagian: (1) Barang yang ingin dibeli; (2) Hal yang ingin dilakukan; dan (3) Prestasi yang ingin dicapai. Pada bagian barang yang ingin saya beli, saya menuliskan tiga barang: laptop i7, telepon genggam yang sesuai kebutuhan, dan kamera DSLR. Pada intinya, semua resolusi ini hancur-lebur-remuk-redam-gagal-total! haha. Tapi tenang, bukan karena saya tidak sanggup, masing-masing ada alasannya.

Ilustrasi. [Sumber foto: http://cdn.asia.cnet.com, http://www.likecool.com, dan http://phonereviews88.com%5D

Untuk laptop, setelah saya “membenahi dan mengoprek” laptop saya saat ini (berprosesor Intel Core 2 Duo), ternyata si laptop masih sanggup menjalankan aplikasi dan kinerja komputasi yang saya butuhkan. Sehingga, angan untuk membeli laptop berprosesor i7 masih bisa ditunda hingga setidaknya pertengahan tahun 2012. Hal ini juga membuat saya bisa menunggu terobosan Apple maupun Google melalui produk notebook mereka di tahun ini.

Untuk telepon genggam, angan ini hancur bersamaan dengan hilangnya handphone saya di awal tahun. Uang untuk membeli handphone belum terkumpul, alhasil saya harus puas dan bersyukur karena ayah saya masih mau membelikan Blackberry Pearl 9105. Ini adalah handphone kesembilan sekaligus terakhir yang ayah saya belikan, sejak saya duduk di bangku kelas 5 Sekolah Dasar.

Untuk kamera, saya merevisi niat saya membeli kamera DSLR karena saya tahu saya ini bukanlah seorang fotografer yang gemar berburu foto. Saya hanya suka keindahan fotografi, yang kadang ingin mengabadikan momen dengan kualitas terbaik, yang tidak bisa saya dapatkan melalui kamera ponsel atau kamera saku digital. Maka dari itu, saya merasa akan jauh lebih hemat dan efektif jika saya menyewa / meminjam kamera DSLR saja, di saat saya butuh. Karena jika saya beli sekalipun, kamera itu hanya akan menganggur tanpa disentuh di pojokan kamar.

HAL YANG INGIN DILAKUKAN.

Ilustrasi. [Sumber foto: http://www.usmagazine.com, http://www.savingadvice.com, dan http://www.voxmagazine.com%5D

Setidaknya ada tujuh hal yang ingin saya lakukan di tahun ini. Berikut rincian dan penjelasan berhasil / tidaknya:

1. Menurunkan berat badan hingga 65kg.

 –> Gagal total. Ditunda jadi resolusi tahun ini (semoga)! hahaha.

2. Menonton 100 film.

–> Setengah sukses. Hanya terpenuhi sekitar setengahnya (50-60 film) saja. Tahun ini saya lebih banyak menonton serial televisi dibandingkan film.

3. Membaca 20 buku.

–> (Sepertinya) berhasil. Lupa menghitung dan mendefinisikan buku yang dimaksud. Jika buku cerita bergambar, buku teks perkuliahan dan bahan skripsi, jurnal akademis, majalah, dan komik termasuk ke sini maka jumlahnya pasti melebihi kuota. hehe.

4. Berkenalan dengan orang baru dari 20 negara.

–> Direvisi. Saya memutuskan untuk fokus berkoneksi kembali dengan kawan lama hingga pertengahan tahun ini, sebelum berkenalan dengan orang-orang baru dari negara lain.

5. Liburan ke Bali.

–> Ditunda. Tahun ini rasanya saya sudah cukup banyak berjalan-jalan. Agenda ini ditunda sembari menabung, perkiraaan akhir tahun ini akan saya laksanakan.

6. Ke 3 Kota / tempat baru.

–> Berhasil. Meski sebagian lebih ke mengunjungi kembali suatu kota / tempat, namun pengalaman yang saya rasakan berbeda. Bogor misalnya, tahun ini saya jauh lebih mengenal & mengalami kota Bogor seutuhnya. Juga Jogja & Singapura, dimana ini kali kedua atau ketiga saya ke dua tempat tersebut, namun jauh lebih terasa nuansa kemandirian & petualangannya. Masih ada Pulau Tidung, Taman Bunga Mekarsari, dan lain lain.

7. Bertemu Taylor Swift.

–> Gagal. Sebenarnya ada kesempatan di awal tahun ketia Taylor Swift konser di Singapura, namun apa lacur bentrok dengan kegiatan pelatihan dan kaderisasi organisasi yang saya cintai. Lagipula, tahun ini kecintaan saya ke Taylor Swift (juga dunia musik secara umum) tidak lagi seperti dulu. Saya hanya menjadi pendengar yang baik, itu pun jarang-jarang. Oh iya, setidaknya tahun ini saya menonton konser Avril Lavigne. Cukuplah, bagi saya mereka berdua banyak miripnya. hehehe.

PRESTASI YANG INGIN DICAPAI.

Kredit untuk Anastasia Satriyo untuk foto artikel Kompasnya.

 Bagian ketiga dari resolusi 2011 saya adalah berbagai hal yang ingin saya capai. Berikut daftar lengkap dan hasilnya:

1. Mempublikasikan tulisan ke media nasional.

–> BerhasilIni dia resolusi yang tercapai di detik-detik akhir tahun 2011. Paling berkesan juga karena gak menyangka tulisan saya bisa dimuat di Kompas tanggal 27 Desember 2011, padahal baru pertama kali juga kirim tulisan ke Kompas. hehe. Kado akhir tahun yang amat manis!

2. Menerbitkan buku.

–> BerhasilSaya berhasil mengeditori dan mencetak sebuah buku yang dibuat untuk seorang dosen yang akan “pensiun”. Meski diterbitkan untuk kalangan terbatas saja, bagi saya pengerjaan konten dan tata letaknya setara dengan buku keluaran Gramedia. hehe.

3. Membuat tiga skenario film.

–> DitundaSaya belum berhasil meluangkan waktu untuk menyelesaikan skenario secara utuh. Namun sebagai gantinya, saya menyicil sinopsis-sinopsis untuk dikembangkan di tahun ini. Setidaknya sudah ada lima sinopsis skenario untuk dikembangkan! Semoga tahun ini bisa terlaksana.

4. Dua puluh ribu kunjungan ke blog yang saya kelola.

–> BerhasilSaya mengelola sebuah blog pribadi (yang akan pindah alamat dalam waktu dekat), serta blog komunitas (http://makna-kata.blogspot.com). Per akhir 2011, blog pribadi saya mendapatkan total kunjungan lebih dari 17 ribu, sedangkan blog Makna Kata sudah menerima lebih dari 36 ribu kunjungan. Saya cukup puas dengan terget tersebut!

5. Selesai kuliah.

–> GagalSetahun terakhir menyelesaikan kuliah tidak pernah berada dalam prioritas hidup saya. Baru di akhir November saya menyentuh skripsi lagi dan memutuskan ganti topik. Untunglah sejak itu progresnya berjalan dengan cukup cepat, sehingga jika tidak ada halangan maret sudah bisa selesai.

6. Mengorganisir & mengkomputerisasi sistem bisnis keluarga.

–> Setengah berhasilSudah berhasil dibuat, namun belum diimplementasikan lebih lanjut. Masih tahap penyiapan SDM. hehe.

7. Membuat sebuah Biro Psikologi.

—> DirevisiHingga saat ini saya masih memikirkan desain lembaga yang sesuai, karena untuk lembaga pelatihan banyak pertimbangan yang membuatnya sulit berkembang di Indonesia. Saya sempat membicarakan hal ini secara intens dengan seorang sahabat yang juga punya keinginan serupa, namun titik temu dan tindak lanjutnya masih butuh proses lebih jauh.

RANGKUMAN KUANTITATIF & KUALITATIF.

Demikianlah seluruh Resolusi 2011 saya. Secara kuantitatif, dari 17 Resolusi 2011 yang saya buat di awal tahun, hanya 7 yang berhasil atau setengah berhasil, 6 lainnya saya revisi atau tunda seiring perkembangannya, dan 4 sisanya gagal total. Tidak terlalu buruk juga bukan? hehehe.

Secara kualitatif, menghidupi Resolusi 2011 memberikan kepuasan dan pengalaman tersendiri. Di beberapa titik, resolusi ini menjadi pemandu yang memberitahu saya hal-hal apa saja yang bisa saya kerjakan. Meski demikian, saya enggan menjadi terlalu kaku dan ambisius dalam mencapai semuanya. Bagi saya hidup itu harus dinikmati dan dipelajari, tak perlu dikejar-kejar bak angkutan umum. Punya tujuan itu perlu, tapi tahu alasan dari berbagai tujuan itu buat saya lebih penting. Punya target itu perlu, tapi menikmati hidup sembari mengusahakan & merefleksikan terus target-target itu juga lebih penting.

Sebagai tulisan terakhir #Refleksi2011, saya berterima kasih pada siapa pun yang sudah membaca satu, beberapa, atau semua tulisan di seri #Refleksi2011. Mohon maaf karena keterbatasan waktu, tulisan ini tersendat-sendat dan baru rampung nyaris sebulan setelah tahun 2012 berjalan. Pada kesempatan berikutnya saya akan menuliskan catatan tentang #Resolusi2012 saya. Terima kasih dan sampai jumpa! =)

 
Jakarta, 26 Januari 2012
Okki Sutanto
 
Daftar Tulisan #Refleksi2011:
1. Merefleksikan 2011 (Sebuah Catatan Pengantar)
2. Di Balik Kamera (1) – Sahabat Si Pemula
3. Di Balik Kamera (2) – Kesempurnaan Tanpa Kesempurnaan
4. Untuk Seribu Delapan Ratus Senyuman. =)
5. Seorang Dosen, Sebuah Buku, dan Sejuta Cerita.
6. Saat Engkong Beristirahat dalam Damai
7. Catatan Perjalanan Berkesan 2011!

Merefleksikan 2011 (Sebuah Catatan Pengantar)

Tak terasa, bulan Desember sudah memasuki minggu kedua. Dalam belasan hari, tahun ini akan berakhir. Berganti ke tahun yang menegangkan. Bagaimana tidak? Katanya, kiamat itu terjadi tahun depan. Mulai dari ramalan kuno, bukti ilmiah terbaru, hingga film tentang betapa mengerikannya tahun 2012 itu ada dimana-mana. Percaya? Ya gak juga sih. Tapi setidaknya ada sensasi menegangkan yang akan terasa saat 2012 mulai bergulir.

Nah, sebelum kita tegang-tegangan dulu, ada baiknya pengalaman selama tahun 2011 ini kita refleksikan kembali. Kita dokumentasikan. Untuk melihat, seberapa (tidak)produktifkah kita selama setahun ini? Apa saja yang sudah kita pelajari selama setahun ini? Adakah pengalaman menarik? Adakah momentum penting dalam hidup di tahun ini? Mendokumentasikan menjadi hal yang penting, selain bisa melihat pencapaian baik dan buruk, hal ini juga bisa menjadi dasar pembelajaran kita di tahun berikutnya.

Kenapa menggunakan kata “kita”? Sebenarnya saya ingin mengajak orang-orang untuk menuliskan juga pengalaman masing-masing di tahun 2011 ini. Bukannya saya takut menulis sendirian dan disangka orang gila. Bukan. Bagi saya, pengalaman dan cerita masing-masing orang itu menarik. Selalu ada hal yang bisa dipelajari. Entah baik atau buruk. Tapi, ya yang namanya ajakan itu tidak pernah memaksa. Namanya juga ajakan. Mau ya syukur, tak mau juga tak apa. Saya akan tetap menulis kok. hehe..

Sebenarnya bukan hal yang mudah merefleksikan 2011. Ada banyak sekali hal yang terjadi, pengalaman yang berharga, serta momen yang berkesan. Mulai dari pekerjaan, perjalanan, pembelajaran, hingga urusan perasaan. Banyak. Saya tidak tahu ada berapa banyak tulisan (juga waktu) yang dibutuhkan untuk merefleksikan 2011. Yang pasti, saya akan memulai. Satu demi satu tulisan. Hingga saya rasa lengkap dan tidak ada lagi pengalaman yang menarik untuk ditulis.

Ah, ya, saya juga sudah belajar untuk tidak memusingkan terlalu banyak hal. Maka saya akan menulis apa pun yang terlintas di kepala saya. Maka, bisa jadi kumpulan tulisan ini tidak kronologis. Bukannya tidak mementingkan waktu, tapi ingatan saya ini tidak sebegitu bagusnya. Itu saja. Akhir kata, selamat menikmati tulisan demi tulisan yang akan saya tulis. Sekali lagi, saya berharap ada yang mau ikut menulis, agar saya pun dapat belajar banyak dari siapa pun itu yang akan ikut menulis.


Jakarta, 12 Desember 2011
Okki Sutanto.