The Forbidden Kingdom (Resensi)

Film yang dibintangi dua jagoan kungfu terkenal, yaitu Jet Li n Jackie Chan, sudah barang tentu ditunggu-tunggu para penggemarnya. Dalam film “The Forbidden Kingdom”, keduanya memperlihatkan kemampuan kungfu yang sangat menghibur dan indah, apalagi mengingat umur keduanya udah gak muda lagi.

Film ini bermula ketika Jason (Michael Angarano), pemuda yang sangat suka menonton dvd kungfu, tapi tidak bisa kungfu sama sekali, dikerjai oleh segerombolan anak muda. Setelah insiden di toko dvd, Jason dikejar oleh geng berandalan itu. Bersenjatakan tongkat pusaka milik kakek tua empunya toko dvd, Jason akhirnya terpojok juga di atas sebuah gedung. Tiba-tiba, Tongkat tersebut mendorong Jason untuk masuk ke dalam dunia yang sama sekali berbeda dengan dunianya. Dunia fantasi bersetting cina pada masa lampau.

Dari situ ia kemudian mengetahui bahwa ia mengemban misi penting. Dalam menjalankan misi penting itu, ia kemudian ditemani oleh Lu Yan (Jackie Chan), Sparrow (Liu Yi Fei), dan kemudian bertemu juga dengan biksu yang tidak banyak bicara, Silent Monk (Jet Li). Keempatnya kemudian memulai perjalanan penuh tantangan.

Dari segi cerita, mungkin agak S.T.D yah, tapi menurut gw, nih film tetap layak ditonton. Pengambilan gambar pemandangan alam nan indah senantiasa mengiringi adegan per adegan. CG (Computer Graphic) yang dihasilkan pun membuat adegan pertarungan menjadi semakin terasa. Tak jarang humor-humor ringan pun dilontarkan para tokoh, sehingga suasana tidak melulu tegang. Intinya: Menghibur! Apalagi buat cowok-cowok, soalnya si Golden Sparrow tuh cakep banget! Masih 20 taon pula.. ahaha..

Hmmm… Hal yang paling bikin bingung cuman satu. Koq di china jaman dulu, banyak banget orang bisa bahasa inggris? wahaha.. Agak aneh aja gitu. Kenapa saat pertama-tama si Jason terdampar di pedesaan, dan semua orang gak ngerti bahasanya, tiba-tiba ada Lu Yan yang bisa bahasa inggris?? Wahh.. hebat. Terus semua orang yang ditemui jason pun serentak bisa bahasa inggris (termasuk Sun Wokong). hehe.. Gw kira bakal ada penjelasan logis seiring berjalannya film, tapi ternyata nggak. Yah, mungkin jaman dulu udah ada EF (English first) cabang cina pedalaman kali ya. Who knows?? hahaha..

Kirim Komentar!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s