Selamat Pensiun, Ronaldo & Justin-Henin!

Berita KOMPAS hari ini membuat saya sedikit tertegun. Dua orang legenda yang saya kagumi di dunia olahraga memutuskan pensiun. Ada Ronaldo dari cabang sepakbola, ada Justine Henin dari cabang tenis putri. Memang, secara usia mereka sudah tidak muda lagi, namun rasanya masih belum rela melihat mereka berdua meninggalkan panggung “si-kulit-bundar” dan tenis.

Mereka berdua pun sebenarnya belum rela meninggalkan dunia yang benar-benar mereka cintai. Sejak muda, hidup mereka tak bisa dilepaskan dari Sepakbola maupun Tenis. Ronaldo akan selalu dicatat sebagai salah seorang penyerang tengah terbaik yang pernah dimiliki Barcelona, Inter, dan tentunya Brazil. Justin Henin akan selalu dikenang sebagai si mungil lincah yang pernah tujuh kali memenangi Grand Slam.

Totalitas mereka dalam karir membuat mereka sempat mencicipi singgasana tertinggi di karir masing-masing. Ronaldo tiga kali meraih predikat pemain terbaik dunia. Justin Henin pun tak sebentar menjadi petenis putri ranking 1 versi ATP. Di masa keemasan mereka, gaya permainan mereka bisa menjadi suguhan tersendiri yang mampu menyihir setiap penontonnya.

Bagaimana pun, tidak ada yang abadi. Terlebih bagi atlet olahraga, usia adalah momok terbesar. Rasanya mereka berdua benar-benar menyadari hal tersebut. Mereka sadar, fisik mereka tak sanggup lagi memuaskan hasrat berkompetisi yang mereka miliki. Cedera sudah menjadi tamu rutin yang makin sering datang. Bahkan Ronaldo sejak beberapa tahun lalu mengidap kelainan hormon yang membuatnya kesulitan menjaga berat badan.

Begitulah. Mereka sadar sudah saatnya mereka berhenti secara terhormat dari dunia yang telah membesarkan nama mereka. Tidak mudah memang, air mata yang terurai saat mereka memberitakan pensiun masing-masing menegaskan hal itu. Dan beberapa waktu ke depan pastinya menjadi masa-masa terberat mereka. Menyaksikan hingar bingar kompetisi yang seharusnya masih bisa mereka ikuti, menyaksikan rekan seperjuangan yang masih sanggup lari mengejar bola, kehilangan kesempatan menyesali kekalahan dan mereguk nikmatnya kemenangan. Menyaksikan itu semua dari pinggir lapangan. Sebagai penonton, bukan pemain.

Perlahan, mereka pasti akan pulih. Karena mereka tetap mencintai dunia mereka sampai akhir, pun penggemar mereka akan terus mencintai mereka. Raga mereka mungkin tak akan lagi berkompetisi, namun spirit mereka akan terus ada di lapangan hijau. Torehan tinta emas mereka dalam dunia masing-masing akan selalu dijadikan tolak ukur, bagi siapapun yang mencintai sepakbola dan tenis.

Terima kasih, Ronaldo dan Justine Henin! =)

Kirim Komentar!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s