IPK, KPI, & PKI

Belakangan ini KPI udah kayak Kerispatih: isinya Badai doang.

Mulai dari kontroversi sang penyepong bocah, kasus dugaan perundungan dan pelecehan di internal KPI, sampai yang terakhir: pernyataan-pernyataan tolol sang ketuanya sendiri.

Ini maksudnya, biar gak dikata fitnah:

Saya paham sih niat baik sang ketua. Mungkin gerah dan begah juga dia ngeliat KPI diserang kanan kiri depan belakang. Akhirnya blio mencoba untuk mengklarifikasi dan menenangkan publik dengan maju ke atas panggung. Sayangnya, niat tersebut tidak dibarengi kemampuan dasar tentang PR Crisis & komunikasi publik. Akhirnya, setali tiga uang dengan pinjol: menyelesaikan masalah dengan menambah masalah.

Reaksi Netijen:

Setuju, ini urusan pola pikir. Ini sudah urusan mental yang bobrok. Pernyataan-pernyataan tolol menyoal si penyepong bocah disuruh edukasi publik, reaksi terhadap kasus internal KPI, dan kontroversi lainnya itu cuma gunung es yang kelihatan di atas permukaan laut. Dasarnya pasti jauh lebih parah: sikap, mental, cara berpikir, moral, dan lainnya.

Intinya, KPI saat ini sudah di titik terendahnya. Kepercayaan publik merosot tajam. Siapa yang mau percayakan urusan moral publik ke lembaga yang moralnya sendiri patut dipertanyakan? Gak dulu kalau saya sih. Ibarat mahasiswa, IPK KPI udah di bawah 1,5 menurut saya mah, tunggu waktu aja di-DO sama kampus.

Saya setuju sama sentimen publik yang merasa KPI minim faedah, dan kinerja serta prestasinya gak ada. Momentum belakangan ini membuat sebagian kita menuntut KPI dibubarin aja kayak PKI (ini kata-kata ketuanya sendiri lho ya btw):

KPI & PKI

Tapi lantas saya tersadar. Kalau semua lembaga yang gak ada kinerja & prestasi perlu dibubarin, jangan-jangan kita butuh juga pembubaran DPR, KPK, dan Parpol.

Ehehe. Ribet juga, ya?

Ah, sudahlah. Mungkin memang lebih baik kita ikuti saja saran Deddy Corbuzier: three, two, one, close the door! Tapi setelah tutup pintu, jangan lupa juga matikan televisi dan nyalakan akal sehatmu. Itu saja, biar kita tetap waras di negara yang sedang tidak waras-waras amat ini.

Jakarta, 11 September 2021

Kirim Komentar!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s