Memaksimalkan Mukjizat Bu Risma

Beberapa hari ini Bu Risma sedang ramai dibicarakan. Tentang aksinya “menyembuhkan” seorang tuli yang kesulitan bicara. Di hari Disabilitas Internasional kemarin, Bu Risma memaksa seorang anak tuli yang kesulitan bicara, untuk bicara. Alasannya begini:

“Kenapa kalian ibu paksa untuk bicara. Ibu paksa bicara memang, supaya kita bisa memaksimalkan pemberian Tuhan kepada kita, mulut mata, telinga, jadi ibu tidak melarang menggunakan bahasa isyarat, maka kalau kamu bisa bicara itu akan lebih baik lagi!”

Bu Risma

Bayangkan kalau Bu Risma melakukan mukjizat ini ke semua kawan disabilitas. Tidak ada lagi orang buta, wong punya mata kok gak dipakai? Tidak ada lagi orang lumpuh, punya kaki kok malah pakai kursi roda?

Beruntung sekali saya ini belum berkesempatan bertemu Bu Risma. Bayangkan dengan logika yang sama, apa yang akan beliau ucapkan ke saya?

“Kamu itu harusnya bisa memaksimalkan pemberian Tuhan. Udah dikasih otak kok masih goblok aja.”

Apa saya gak langsung minder di pojokan tuh sambil nyetel lagu Olivia Rodrygo?

Kita itu harusnya bersyukur punya sosok Bu Risma yang talentanya bak juruselamat bagi umat Kristen. Yesus itu mukjizatnya juga begitu. Ya menyembuhkan orang lumpuh. Membuat orang buta bisa melihat. Membangkitkan orang mati. Menenangkan badai. Dan terakhir yang akan selalu jadi favorit saya: mengubah air menjadi anggur.

Bayangkan, kalau Bu Risma bisa bertemu dengan politisi dan pejabat publik?

“Hei kamu pimpinan KPK, Tuhan udah ngasih otak, kenapa malah bilang koruptor yang nilainya kecil gak usah dipenjara? Ayo dipake otaknya…”

“Hei kamu pimpinan MPR, punya otak kok goblok? Malah minta Menteri Keuangan yang kinerjanya jauh lebih jelas dibanding seluruh institusimu itu untuk dipecat? Ndasmu!”

atau yang terakhir

“Hei kamu ketua DPR, punya sayap kebhinekaan kok gak bisa terbang?”

Nah, dijamin bakalan seru deh ini dunia politik kita. Andai Bu Risma mau menjadi juruselamat bagi para politisi dan pejabat publik kita. Bukan hanya menjadi juruselamat bagi mereka yang posisi dan kuasanya jauh lebih lemah dari dirinya.

Sayangnya, sampai saat ini Bu Risma cuma mau marah-marah dan memberikan mukjizatnya ke mereka yang tidak berdaya. Ya anak buahnya. Ya mahasiswa. Ya seorang remaja di hari peringatan disabilitas.

Mari kita doakan, agar Bu Risma selalu sehat. Dan tidak sungkan membagikan mukjizatnya ke segala lapisan masyarakat di kemudian hari. Amin!

Jakarta, 4 Desember 2021

Kirim Komentar!

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: